Selasa, 06 Oktober 2020

Mengetahui Tahapan Perkembangan Anak Di Usia 9-10 Tahun

Anak di usia 9 dan 10 tahun ini perkembangannya begitu pesat. Yang sering kelihatan adalah disaat orangtuanya melihat kemampuannya dalam berdebat. Anak-anak usia ini seringkali selalu merasa benar. Sudah bisa memahami berbagai sudut pandang, Tetapi juga sudah mulai punya "musuh bebuyutan", Atau bahkan punya lebel-lebel  tertentu dalam pertemanan. Misalnya semua anak perempuan cengeng atau semua anak laki-laki nakal.


Ini bagian yang wajar dari perkembangan anak yang sudah mulai memasuki masa pra remaja ini. Anak usia 9 dan 10 tahun juga makin akurat secara motorik. Pada saat mereka membuat prakarya. Pada saat mereka menggambar hasilnya jauh lebih detail dan jauh lebih baik.


Di usia 9 dan 10 tahun ini tata bahasanya juga semakin baik. Mampu menggunakan struktur kalimat yang kompleks dalam situasi yang tepat. Tetapi di saat yang bersamaan mereka juga sudah mulai bereksperimen dengan bahasa gaul. Kata-kata yang digunakan hanya diantara kelompok teman usianya atau di lingkungan tertentu.


Eksperimentasi juga mulai di tunjukkan anak usia 9 dan 10 tahun dengan alat-alat sehari-hari misalnya di dapur atau dengan benda-benda baru. Itu seringkali menjadi kebiasaan untuk kemudian di teliti dan di uji cobakan.


Eksperimentasi dengan bacaan juga mulai di lakukan. Mereka mulai mengenal dan perlu diperkenalkan pada alur cerita yang lebih kompleks dan diajak menganalisa cerita bacaan fiksi maupun non fiksi dengan lebih mendalam.


Baca juga tahap sebelumnya: Mengetahui Tahapan Perkembangan Anak Di Usia 8 Tahun Lanjut


Dukungan Orang Tua; Pada Anak Usia 9-10 Tahun


Berikut ini adalah sikap orang tua kepada anak yang masuk usia 9-10 yang perlu di perhatikan serta di dukung sepenuhnya:


Di usia 9 dan 10 tahun ini bukan berarti perhatian orangtua bisa menurun. Banyak rutinitas yang masih perlu dijalankan, termasuk pemeriksaan rutin ke dokter yang seringkali dilupakan karena merasa anaknya sudah tidak membutuhkan.


Di usia 9 dan 10 tahun ini keterampilan anak pada saat bersosialisasi, berempati pada apa yang di rasakan orang lain juga perlu perlu terus di latih. Kita perlu mengajarkan anak dan mencontohkan bagaimana mengutarakan pendapat dengan sopan. Dalam perdebatan tidak meyinggung perasaan orang lain dan tetap menghargai apa yang disampaikan.


Orangtua menjadi contoh. Seringkali bukan hanya pada saat orangtua benar. Tetapi justru pada saat orang tua bisa mengakui bahwa dirinya salah. Pendapat anak mungkin lebih baik atau bahkan meminta maaf apabila ada kesepakatan yang justru di langgar oleh orangtua sendiri.


Baca juga tahap selanjutnya: 


Apakah Anda masih belum jelas dengan panduan diatas ?. Yuk, lanjutkan dengan menonton video youtube dari channel Keluarga Kita disini:


Di usia ini anak perlu berlatih dan mulai menyelesaikan masalah-masalahnya sendiri. Baik masalah yang berkaitan dengan pertemanan atau masalah misalnya ketinggalan pekerjaan rumah. Orangtua tidak perlu mengambil alih karena dimasa transisi menuju remaja ini kepercayaan diri anak untuk mampu menyelesaikan tantangannya. Menyelesaikan permasalahannya adalah modal yang penting untuk tahap perkembangan selanjutnya.


Sumber referensi by Keluarga Kita

0 komentar

Posting Komentar