Senin, 05 Oktober 2020

Mengetahui Tahapan Perkembangan Anak Di Usia 8 Tahun Lanjut

Kabar baiknya anak yang berusia 8 tahun-an Itu punya daya tahan tubuh yang lebih baik sehingga lebih jarang sakit. Energinya yang masih tinggi sama seperti usia sebelumnya. Itu dimanfaatkan untuk terlibat dalam banyak kegiatan-kegiatan kelompok dan kegiatan-kegiatan fisik yang menantang. Masuk ke timbulah bermain sepatu roda dan banyak contoh aktivitas-aktivitas fisik yang seringkali dalam tanda kutip berbahaya. Banyak sekali di coba oleh anak-anak usia 8 tahun ini apalagi kalau itu dilakukan dalam kelompok.


Berkelompok bersama teman adalah bagian yang menjadi salah satu ciri utama di anak usia ini. Biasanya ia sudah punya sahabat dekat sekitar 3 orang yang kemudian bersama-sama mencoba hal yang baru. Tetapi ini juga seringkali menjadi tantangan pada saat pertemanan antar kelompok yang berbeda. Menghasilkan banyak konflik sosial atau dalam situasi tertentu bahkan perundungan.



Anak-anak di usia 8 tahun seringkali juga mengalami frustasi atau tidak bisa mengendalikan emosi pada saat melakukan tugas mandiri yang tidak selesai. Disisi lain ia juga mudah untuk kagum dan menunjukkan sikap hormat terhadap teman-temannya yang punya keunggulan di bidang tertentu.

Baca juga tahap sebelumnya: Mengetahui Tahapan Perkembangan Anak Di Usia 7 Tahun Lanjut


Dukungan Orang Tua; Pada Anak Usia 8 Tahun

Berikut adalah sikap dan dukungan orang tua terhadap anaknya yang memasuki usia 8 tahun-an:


1. Memberi Pengakuan Pada Anak Dengan Memberi Fasilitas Minat dan Bakat

Dukungan orangtua di usia 8 tahun yang penting seringkali berkaitan dengan memberikan pengakuan kepada anak akan kemampuannya. Di usia ini orangtua perlu memfasilitasi minat dan bakatnya. Tetapi tidak sekedar dengan membiarkan anak melakukan apa yang ingin dikerjakannya. Juga bisa di mulai dengan mendaftarkannya ke klub ekstrakurikuler tertentu dan mulai mendorong dia untuk mengikuti kompetisi-kompetisi, karena persaingan yang sehat.


2. Tidak Membandingkan Kemampuan Anak Dengan Anak Yang Lainnya

Prestasi dalam berbagai bidang menjadi bekal dalam pertemanan anak. Tetapi hati-hati untuk tidak membandingkan antara satu anak dengan anak yang lain. Atau justru menganjurkan kecurangan pada saat kita tidak mementingkan proses, tetapi hanya melihat hasilnya saja. Bisa-bisa anak mendapat teladan yang tidak tepat. Justru dari orangtua dan lingkungan rumahnya sendiri. Selain kegiatan di luar rumah, di dalam rumah-pun anak perlu mendapat pengakuannya atas perannya sebagai anak.


3. Memberikan Tugas Rutin Kewajiban Anak Di Rumah

Berikan tugas-tugas rutin yang wajib dilakukan oleh anak untuk membantu tugas keluarga. Selain meningkatkan kepercayaan dirinya dalam mengatasi masalah yang nantinya akan berguna untuk mengatasi masalahnya pada saat di sekolah juga. Kebiasaan rutin berkonstribusi di rumah juga sangat penting untuk menumbuhkan kemandiriannya.


4. Mengajari Anak Dalam Mengelola Uang Saku Atau Jajan

Satu hal yang juga bisa dipraktekkan di usia ini adalah dengan mengajarkan anak untuk mengelola keuangan seperti uang jajan dan banyak anak di usia ini yang mulai suka berdagang. Membuat sesuatu dan menjual atau menyewakannya kepada temannya. Berikan kesempatan karena ini juga bagian dari eksplorasi dan pendalaman minat yang kemudian menjadi penting.

Baca juga tahap selanjutnya: Mengetahui Tahapan Perkembangan Anak Di Usia 9-10 Tahun

Apakah Anda masih belum jelas dengan panduan diatas ?. Yuk, lanjutkan dengan menonton video youtube dari channel Keluarga Kita disini:


Untuk tahapan-tahapan selanjutnya yaitu berbicara tentang masalah, perundungan, Memang sesuatu yang sangat erat untuk anak di usia ini dalam pertemanannya. Tapi semua kepercayaan diri, semua kemampuan menyelesaikan masalah, semua rutinitas yang sudah terbentuk akan membuat anak kita tidak rentan terhadap situasi ini. 

Sumber referensi by Keluarga Kita

0 komentar

Posting Komentar