Kamis, 01 Februari 2018

Teknik Menulis Skenario Dan Cara Menulis Skenario

Pengertian Skenario Di Bagi Menjadi 2 Yaitu:


  • Pengertian Secara UMUM: Skenario merupakan urutan cerita yang di rangkai oleh seseorang agar suatu peristiwa yang akan terjadi sesuai dengan yang diinginkan atau sesuai dengan skenario yang telah disusun.


  • Pengertian Secara KHUSUS: Skenario merupakan naskah cerita yang ditulis dengan istilah-istilah kamera yang dipakai sebagai panduan untuk pembuatan sebuah tayangan (Film, Sinema Elektronik/Sinetron, Drama).


TEKNIK PENULISAN SKENARIO :
  • Dalam penulisan skenario inti dari Cerita Tahap awal  adalah menetukan inti dari cerita yang akan dikembangkan menjadi sebuah skenario. Di dalam inti dari cerita ini kita sudah mempunyai gambaran singkat tentang plot, karakter utama, maupun setting dari cerita. Inti dari cerita ini bisa berasal dari ide/inspirasi yang kita temukan baik dalam imajinasi atau fenomena dalam keseharian kita. Masih banyak juga penulis skenario yang mengadaptasi novel, cerpen, atau puisi untuk dikembangkan yang akan menjadi skenario. Inti cerita dari film Romeo and Juliet, contohnya, adalah percintaan antara dua orang anak manusia yang berasal dari latar belakang keluarga yang berlawanan yang pada akhirnya melahirkan tragedi.
  • Sinopsis. Sinopsis adalah ringkasan atau rangkuman cerita yang akan dikembangkan menjadi sebuah skenario. Pada umumnya Sinopsis ditulis semenarik mungkin agar bisa menggoda pembacanya untuk membaca skenario dari sinopsis tersebut. Panjang sinopsis biasanya dari setengah sampai dua halaman.
  • Karakter. Karakter atau  bisa di bilang tokoh merupakan unsur terpenting dalam skenario sama halnya dalam cerpen maupun novel. Tetapi dalam sebuah skenario, karakter harus lebih dikembangkan bisa lebih rinci. Hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan aktor atau aktris yang akan memerankan karakter tersebut. Perincian karakter dalam sebuah skenario biasanya meliputi jenis kelamin, nama peran, usia, sifat atau prilakunya, ciri-ciri fisik, kebiasaan, pendidikan, hubungan dengan karakter yang lain, dan sebagainya.
  • Plot.Yang merupakan Penyusunan plot dari alur cerita sangat dipentingkan dalam menulis skenario sebagaimana juga dalam penulisan novel maupun cerpen (cerita pendek). Struktur plot dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu: Babak yaitu set up atau awal konflik, Confrontation atau komplikasi masalah, dan Resolution atau yang menyelesakan masalah. Dengan adanya plot yang disusun terlebih dahulu akan sangat membantu penulis dalam penulisan skenario. 
  • Outline. Outline merupakan susunan yang diurutan untuk adegan per adegan agar secara lebih rinci. Dan bisa dikatakan juga bahwa outline adalah penjabaran dari plot.
  • Scene. Scene atau scene heading adalah informasi tentang adegan. Scene heading umumnya terdiri dari nomor scene, Interior atau Exterior, lokasi adegan, dan waktu adegannya. dari interior yang digunakan apabila pengambilan gambar yang dilakukan di dalam ruangan, sedangkan dari exterior digunakan apabila pengambilan gambar yang dilakukan di luar ruangan. 
  • Aksi atau bisa di bilang Action merupakan kejadian yang diteranakn mengenai dalam setiap adegan atau scene yang merupakan penjabaran dari Outline yang sebelumnya sudah dibuat Dialog dan Parenthetical
  • Dialog adalah suatu kata atau kalimat yang harus diucapkan oleh karakter dalam sebuah adegan yang sedang dilalukan. Sedangkan parenthetical adalah pentunjuk ekspresi atau aksi yang harus dilakukan oleh karakter dalam mengucapkan dialog. Misalnya menangis, sedih, tersenyum, tertawa, emosi dan masih banyak karakter yang lainnya. Yang digunakan istilah Voice Over (V.O) yaitu dialog yang mengiringi perjalanan scene yang menunjukkan pikiran atau suara hati dari karakter tanpa melafalkan dialog sedangkan yang digunakan istilah Off Screen (O.S) yaitu dialog tanpa menampilkan karakter.

Cara Menulis Skenario


menulis sekenario

  1. Kenalilah bentuk skenario. Tidak seperti novel atau cerpen, bentuk skenario didasari oleh dialog, daripada deskripsi atau prosa.  Aturan utamanya untuk menulis skenario yaitu adalah Anda harus menulis secara visual. Film merupakan gambar berseri, jadi gambaran  didalam skenario yang Anda buat harus kuat dan semenarik mungkin.
  2. Biasakan diri pada format skenario. Skenario diformat secara berbeda-beda dengan menggunakan jenis tulisan yang lain. Format skenario sangatlah spesifik dan bisa menyertakan banyak menggunaan tombol “enter” dan “tab” jika anda menulis menggunakan perangkat lunak pengolah data di komputer. Anda bisa menggunakan perangkat lunak yang bisa mengaturnya untuk Anda, seperti  Scrivener, Movie Magic, Final Draft.
  3. Lihatlah beberapa contoh skenario. Ada beberapa banyak contoh skenario yang bisa dibilang hampir sempurna, seperti skenario untuk film klasik tahun 1942 yang berjudul “Casablanca”
  4. Lihatlah bagian judul pada contoh skenario di atas. Lalu di bagian judul menunjukkan latar adegan, dan adegan yang dilakukan dengan waktu yang spesifik atau umum.
  5. Tulislah karakternya dan deskripsi latar . Ini elemen harus ditulis dalam jumlah kata yang sesedikit mungkin, tetapi harus mendetail.
  6. Perhatikan dialog pada contoh skenarionya. Karna kebanyakan skenario dipenuhi dengan dialog, tetapi hal ini bukan tanpa alasan. Dialog adalah sebuah percakapan alat utama yang dimiliki penulis skenario untuk mengisahkan sebuah cerita di dalam film tersebut. Dan perhatikan bagaimana karakter mereka tertentu menggunakan bahasa dalam dialog.
  7. Perhatikan kegunaan perintah laku pada dialog atau deskripsi. Perintah laku merupakan catatan singkat mengenai deskripsi yang ditulis sebelum dialog diucapkan. Catatan ini akan ditulis menggunakan tanda kurung sebelum dialog karakter.
  8. Perhatikan bagian dimana skenario berpindah dari satu adegan ke adegan lainnya. Dan kebanyakan skenario akan berpindah dari satu adegan ke adegan lainnya dengan catatan “CUT TO:” yang mengindikasikan bahwa akan ada perpotongan (cut) dari satu adegan ke adegan lainnya. Memotong adegan boleh dilakukan apabila Anda berpindah ke adegan atau gambar baru . Dalam “Pulp Fiction”, ada dua karakter yang melakukan percakapan di dalam mobil lalu kedua karakter yang sama itu membuka bagasi mobil
  9. Perhatikan catatan pada saat pengambilan gambar yang berbeda, seperti close up atau tracking shot. Lihat dan perhatikan bagaimana si penulis skenario menggunakan catatan singkat spesifik untuk menciptakan gambaran tertentu atau momen seorang karakter.

Langkah Membuat Naskah Film Ftv

  1. Pertama mulailah dengan Premis
  2. Lalu jabarkan  premis menjadi sinopsis yang pendek
  3. Jabarkan menjadi sinopsis yang panjang
  4. Lanjutkan menjadi sebuah cerpen(cerita pendek)
  5. Tulis ulang cerpen yang telah kamu buat dalam Format Naskah & Tambahkan Dialog

Pengertian Scene Plot

 Scene adalah adegan
 Scene plot merupakan gerakan-gerakan gambar detail dalam sebuah adegan

Contoh Adegan Saat Berdialog


saat berdialog






Post Top Ad

MAIN MENU