Jumat, 02 Februari 2018

Jenis rekaman & sudut kamera dalam Fotografi



Rumahkreative.id- Untuk memulai jenis rekaman & sudut kamera video maka anda harus menguasai cara-cara perekaman video, agar dapat menghasilkan video berkualitas dan terkesan profesional. Ada juga program editing video seperti Adobe Premiere, atau editor video lainnya hanya sebagai pendukung dari peningkatan mutu shootingan agar terlihat enak disajikan dan dilihat orang.

Jenis rekaman & sudut kamera- Ada beberapa langkah dalam Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video sebagai berikut.

Lihat dan Pahami Kamera Video dan alat -alat yang dipergunakan harus benar – benar dikuasai agar tidak terjadi kesalahan pada saat pengambilan gambar nantinya .Jenis rekaman & sudut kamera yang benar dalam video dikatakan cukup Baik untuk dilihat dan disimpan jika mencukupi 4 syarat :
terdapat pencahayaan yang cukup , fokus, stabil dan durasi pas.
Jenis rekaman & sudut kamera vidio yang dapat ditototon  harus memenuhi syarat-syarat
berikut:



  1. Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.                                                                                                                 
  2. Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.                                             
  3. Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.         
  4. Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out )                                                                                       
  5. Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle                                                          
  6. Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera Shot By Camera Positions : Face                                
  7.  Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot ·                                                                           
  8.  Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity



Sudut pengambilan kamera




Sudut kamera atau sering disebut sudut penempatan kamera juga berperan sangat penting dalam pembuatan sinematografi. Gimanapun juga suatu film dibuat mengunakan banyak shot yang membutuhkan penempatan kamera yang tepat di tempat yang sangat baik bagi penonton untuk melihat cerita yang ada di dalam film.
Penempatan sudut kamera juga sangat berpengaruh kepada kondisi psikologis penonton, contohnya adalah jika anda memakai High Angle – kamera lebih tinggi dari garis axis kamera,lalu penonton akan ditempatkan lebih tinggi dari subjek, ini yang membuat penonton merasa subjek menjadi sangat kecil baik secara fisik atau pun lebih bawah derajatnya didalam tatanan sosial.
Di dalam sebuah film hal seperti ini sering dipakai untuk menampilkan hal seperti pengemis, rakyat miskin dan lainya.
Berbeda dengan penggunaan Low Angle – Kamera maka akan lebih bawah dari garis aksis kamera, maka penonton akan ditempatkan lebih bawah dari subjek, hal ini yang menjadikan penonton merasakan subjek lebih tinggi baik secara fisik ataupun lebih tinggi derajatnya didalam tatanan sosial. Hal seperti ini sangat banyak anda jumpai di film untuk menampilkan tokoh raja, hakim, dan lainnya.
Lalu ada juga yang dipangil dengan Eye level – kamera karena sama dengan tingginya level subjek atau jika subjek berdiri/duduk posisi kamera pada aksis yang sama dengan posisi subjek. Bisa dibilang sebagai pandangan subjek menuju subjek lain didalam sebuah potongan tetapi bukan Point of View.

Umumnya kamera angle disahkan dalam tiga jenis yaitu:
  • Obyektif camera angle Angle objektif artinya adalah kamera dijadikan sebagai point of view cerita, mksdnya penonton dapat melihat seluruh elemen visual yang sutradaranya berikan didalam filmnya. Contohnya adalah yaitu dalam film dokumenter di mana orang-orang tidak ada yang melihat ke arah lensa kamera atau dalam candid shot/kamera tersembunyi.
  • Subyektif camera angle Angle subjektif artinya adalah hampir mirip personal view point yaitu penonton berpartisipasi dalam sebuah shot seperti cerita sendiri. Contohnya yaitu shot dari udara atau aerial shot yang menampilkan pemandangan kota. Atau sering disebut disebut  birds point of view. Ketika seorang aktor memperhatikan langsung ke arah lensa/penonton lalu penonton di sini juga berperan dalam sebuah shot tersebut, maka dapat juga disebut angle subjektif. 
  • Point of view Point of view adalah pandangan subjektif dari subjek dalam scene. Yaitu bila anda melihat seorang aktor melihat ke langit lalu shot selanjutnya adalah arak-arakan mega di langit maka shot ke dua tersebut merupakan point of view subjek.

Pengertian Angle Kamera 



Camera Angle atau dalam pengertian karya audio visual artinya yaitu Sudut pengambilan gambar yang mengharuskan tentang letak kamera berada di tempat tertentu dalam pengambil obyek. Hal ini menekankan, bahwa kamera yang dipakai dalam pengambilan obyek sunting. Shot selalu diartikan sebagai suatu aktivitas perekaman & sudut kamera dimulai pada awalan dari menekan tombol rekam pada sebuah kamera sehingga diakhiri menghunakan stop.

Macam-macam shot kamera


SHOT ialah  sebuah aspek Pandangan pada saat anda memotret gambar.


  • Extreme Long Shot


Shot sangat jauh, memberikan bidang pandangan yang jangkauannya sangat luas, kamera mengambil sudut kamera yang sangat luas.


  • Long Shot


Shot sangat jauh, memberikan bidang pandangan yang cukup dekat jika dibandingkan dengan ELS.




  • Medium Long Shot




Yang dapat meberikan bidang pandangan yang lumayan cukup dekat jika dibandingkan long shot,kadang-kadang obyek manusia ditampilkan mulai dari atas lutut sampai ke atas kepala.


  • Medium Shot




Di posisi ini obyek bisa menjadi tambah besar dan dominan, obyek manusia digambarkan mulai dari atas pinggang sampai dengan ke atas kepala.



  • Medium Close Up


                        
         

Merupakan shot yang paling sering dipakai dalam televisi
Close UP Shot dekat, obyek dirubah menjadi
titik fokus utama di dalam shot ini, latar belakang terlihat sedikit . Untuk obyek manusia sering ditampilkan mulai dari wajah ke bahu sampai di atas kepala.



  • Big Close Up



                     

Shot yang dapat memhasilkan bagian-bagian tertentu saja mulai dari tubuh manusia. Obyek memenuhi seluruh layar dan harus jelas detilnya.


  • Extreme Close Up





Shot dapat menggambarkan bagian tertentu saja dari tubuh manusia. Obyek memenuhi semua layar dan harus sangat jelas .

Dasar-dasar videografi




A. Jenis rekaman & sudut kamera atau disebut (Angle) sama saja dengan Photografi, namun ada 2 hal yang perlu ditambahkan kedalam Videografi antara lain Subjective Camera Angle dan Objective Camera Angle. Pada Subjective Camera Angle Kamera diletakan di tempat seorang karakter (tokoh) yang tidak terlihat dalam layar dan ditampilkan pada tokoh dalam suatu pandangan dari sudut pandang karakter tersebut. Beda dengan Objective Camera Angle Kamera yang merekam peristiwa atau adegan dengan apa adanya.

B. Aspek Pandang / Framing serupa dengan Framing pada Photografi, semua aspek pandang yang terdapat dalam Videografi bertolak dari bidang pandang Photografi, mulai dari ELS (Extreme Long Shot) sampai ECU (Extreme Close Up).

C. Hukum Sepertiga (The Rule of Third) Begitu juga pada hal ini, prinsip Photografi selalu  dipakai kedalam Videografi.

D. Pergeseran  sebuah Kamera yang dapat memisahkan antara sebuah Photografi dengan Videografi, Videografi bisa menghasilkan gambar yang bergerak, maka untuk itu, pergeseran kamera harus sekali tersusun rapih, agar dapat menghasilkan Video yang sangat menarik.
Berikut yang merupakan istilah – istilah pergerakan yang ada di dalam Kamera :
  • Pan, Panning Pan yaitu prgerakan kamera secara horizontal (mendatar) dari bagian kiri ke kanan atau sebaliknya. Pan right (kamera bergerak memutar ke kanan) dan Pan left (kamera bergerak memutar ke kiri) Gerakan pan sering dilakukan untuk subyek ( orang yang sedang berjalan), menampilkan suatu pandangan yang sangat luas secara keseluruhan. Jangan menggunakan panning tanpa tujuan tertentu. Sebelum melakukan panning do haruskan terlebih dahulu meneentukan titik mulai dan titik akhir dari shot (adegan) yang akan segera direkam. ketika anda merekam adegan gerak seseorang yang sedang jalan, maka harus di beri ruang kosong yang lebih luas di depannya. Ruang yang luas ini disebut dengan leading space.  
  • Tilt, Tilting Tilting yaitu merupakan pergerakkan sebuah kamera baik secara vertical,maupun mendongak mulai dari bawah sampai keatas atau sebaliknya.Tilt up :arah nya yang mendongkak ke atas dan Tilt down : arahnya menunduk ke bawah Gerakan tilt dengan dilakukan gerakan tersbut harus mengikuti gerakan obyek, untuk menghasilkan efek dramatis, mempertajam kedaan.Gerakan tilt ini lebih baik di tetapkan terlebih dahulu titik awal dan titik akhir shot.
  • Dolly, Track tripot atau dolly yang berdekatan atau berjauhan sebuah subyek.Dolly in : arahnya yang  mendekati sebuah subyek dan Dolly out: arahnya menjauhi  sebuah subyek. 
  • Pedestal Pedestal,  merupakan gerakan kamera mulai dari atas pedestal yang dapat dinaik turunkan. Saat ini banyak dipakai Porta-Jip Traveller.Pedestal up : kamera di arahkan ke atas dan Pedestal menjadi down : kamera diturunkan ke bawah. Dengan memakai teknik pedestal up/down anda dapat menghasilkan perbrdaan sperspektif visual dari dalam adegan.
  • Crab,  merupakan Pergerakan kamera mulai dari lateral atau menyamping, di jalakan sejajar dengan subyek yang sedang di jalakan. Crab left (bergerak ke kiri) dan Crab right ( bergerak ke kanan)
  • Crane Crane, merupakan pergerakan kamera mulai dari atas katrol hingga naik turun.
  • Arc Arc,  merupakan pergerakkan kamera memutar mengelilingi obyek mulai dari kiri ke kanan atau pun sebaliknya.
  • Zoom Zoomin,  yaitu merupakan pergerakan  lensa zoom yang mendekati ataupun menjauhi obyek baik secara optic, dengan merubah panjang focal lensa dari letak sudut pandang sempit ke sudut pandang lebar ataupun sebaliknya.
  • Zoom in,  merupakan pendekatan sebuah obyek dari long shot ke close up dan Zoom out : menjauhkaan seeuah obyek dari close up ke long shot.
E. Hal yang harus dihindari Berikut ini meruapakan cara yang anda harus jauhi dalam mengambil gambar, serta beberapa kesalahan yang ada pada videografer pemula.

Alat pendukung kamera

 

1. Tripod


Sebuah alat penyangga kamera yang terdiri dari tiga kaki.

2. Monopod


Sebuah alat penyangga kamera yang hanya mempunyai satu kaki.

3. Dolly



Alat penyangga kamera berada  diatas roda yang bisa digerakkan keberbagai arah, biasanya berjalan diatas rel dan mempunyai 4 roda.

4. Cam Crane


Sebuah alat penopang kamera bentuknya pipa panjang yang disalah satu ujungnya dapat diletakkan kamera dan ujung lainya dalat diberi pemberat.

5. Jimmy Jib


Mirip dengan Cam Crane yang diberi remote head yang dikontrol oleh operator kamera.

6. Filter



Plastic atau kaca yang diletakkan diatas lensa kamera untuk memberikan suasana tertentu.

Post Top Ad

MAIN MENU