Kamis, 04 Januari 2018

Sejarah Dan Macam-Macam Batik Di Indonesia

Pengertian Batik merupakan kain yang digambar dengan malam yang cara membuatnya dibuat khusus dengan menuliskan menerakan malam pada kain tersebut, kemudian cara pengolahannya dengan cara tertentu dengan memiliki cara kekhasan. Menurut Hamzuri didalam bukunya yang berjudul Batik Klasik, pengertian batik merupakan suatu cara untuk memberi hiasan pada kain dengan cara menutupi bagian-bagian tertentu dengan menggunakan perintang.

Zat yang biasa digunakan yaitu lilin atau malam. Bahan kain yang sudah selesai digambar menggunakan malam selanjutnya diberi warna dengan sesuai kebutuhan dengan cara pencelupan. Kemudian setelah itu malam dihilangkan dengan cara merebus kain. Akhirnya dihasilkan sehelai kain yang disebut batik berupa beragam motif yang mempunyai sifat-sifat khusus.

Secara Bahasa Etimologi kata batik sendiri berasal dari bahasa Jawa, yaitu”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi suatu istilah ”batik” (Indonesia Indah ”batik”, 1997, 14). Setelah itu batik mempunyai pengertian yang berhubungan dengan membuat titik atau meneteskan malam pada kain mori.

Karena pada huruf Jawa ”tha” itu ada huruf h nya, bukan ”ta” tidak ada dan penggunaan kata bathik sebagai rangkaian dari titik mengartikan kurang tepat atau dikatakan salah. Menurut dari etimologis tersendiri sebenarnya batik ini sangat identik dengan suatu teknik atau proses dari mulai awal penggambaran motif hingga pelorodan. Salah satu yang menjadi khas atau ciri khusus dari batik ialah cara pengambaran motif pada kain adalah melalui proses pemalaman yaitu mengoreskan cairan lilin yang ditempatkan pada wadah yang di namakan canting dan cap.

Sejarah Perkembangan Batik

Dilihat dari perkembangan, batik telah banyak dikenal pada jaman Majapahit dan masa penyebaran Islam di pulau jawa. Batik pada awalnya hanya dibuat terbatas oleh kalangan keraton. Batik dikenakan oleh para raja dan keluarga keraton serta pengikutnya. Oleh para pengikutnya itulah, kemudian batik dibawa keluar keraton dan berkembang di masyarakat hingga saat ini. Menurut sejarah, periode perkembangan batik dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Jaman Kerajaan Majapahit

Menurut sejarah, batik telah berkembang sejak jaman Kerjaan Majapahit. Mojokerto sendiri adalah pusat kerajaan Majapahit dimana batik telah dikenal pada saat itu. Tulung Agung adalah kota di Jawa Timur yang juga tercatat dalam sejarah perbatikan. Pada masa saat itu, Tulung Agung yang masih berupa sebuah rawa yang bernama Bonorowo, yang pada saat dikuasai oleh Adipati Kalang seorang yang tidak mau tunduk kepada Kerajaan Majapahit hingga terjadilah aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit. Adipati Kalang tewas terbunuh dalam pertempuran di sekitar desa Kalangbret dan Tulung Agung berhasil dikuasai oleh Majapahit.

Kemudian banyak tentara yang mulai tinggal dan menetap di wilayah Bonorowo (Tulung Agung) dengan membawa budaya batik. Merekalah yang mengembangkan batik. Dalam perkembangannya, batik Mojokerto dan Tulung Agung banyak dipengaruhi oleh batik Yogyakarta. Hal ini terjadi karena pada waktu clash tentara kolonial Belanda dengan pasukan Pangeran Diponegoro, sebagian dari pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur di daerah Majan. Oleh karena itu, ciri khas dari batik Kalangbret yang berasal dari Mojokerto hampir mempunyai kemiripan dengan batik Yogyakarta, yaitu warna dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua.

Jaman Penyebaran Islam

Batoro Katong seorang Raden keturunan dari kerajaan Majapahit membawa ajaran Islam ke Ponorogo, Jawa Timur. Dalam sebuah sejarah perkembangan Islam di daerah Ponorogo terdapat sebuah pesantren yang berada di daerah Tegalsari yang diasuh Kyai Hasan Basri. Kyai Hasan Basri adalah menantu raja Kraton Solo. Batik yang pada saat itu masih terbatas di dalam lingkungan kraton saja, akhirnya membawa batik keluar dari kraton dan mulai berkembang di Ponorogo. Pesantren Tegalsari mendidik anak didiknya untuk bisa menguasai bidang-bidang kepamongan dan agama. Adapun daerah perbatikan yang paling lama dan masih dapat dilihat sampai saat ini oleh orang-orang adalah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan meluas ke desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut.

Batik Solo dan Yogyakarta

Batik di daerah Yogyakarta dikenal sejak jaman Kerajaan Mataram ke-I pada masa raja Panembahan Senopati. Plered merupakan desa pembatikan pertama. Proses pembuatan batik pada masa saat itu masih terbatas dalam lingkungan keluarga kraton saja dan dikerjakan oleh wanita-wanita pengiring ratu(dayang). Pada saat upacara resmi di Kerajaan, keluarga kraton mengenakan pakaian kombinasi batik dan lurik. Melihat pakaian yang digunakan keluarga kraton, rakyat tertarik ingin meniru dan menggunakannya, lalu akhirnya batik keluar dari tembok kraton dan meluas di kalangan rakyat biasa.

Ketika masih masa penjajahan Belanda, sering terjadi peperangan yang menyebabkan keluarga kerajaan yang mengungsi dan mulai menetap di daerah-daerah lain seperti Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulung Agung dan sebagainya maka membuat batik semakin dikenal di kalangan luas.

Batik di Wilayah Lain.

Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja. Pada tahun 1830 setelah perang Diponegoro, batik dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro yang sebagian besar menetap di daerah Banyumas. Batik Banyumas dikenal dengan motif dan warna khusus dan dikenal dengan batik Banyumas. Selain di daerah Banyumas sendiri, para pengikut Pangeran Diponegoro juga sudah ada yang tinggal dan menetap di Pekalongan dan mulai mengembangkan batik di daerah-daerah Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo.
Selain di daerah Jawa Tengah, batik juga ternyata berkembang luas di daerah-daerah Jawa Barat. Hal ini terjadi karena masyarakat dari Jawa Tengah merantau ke kota seperti Ciamis dan Tasikmalaya. Adapun daerah-daerah yang sampai saat ini masih membuat batik di Tasikmalaya yaitu Wurug, Sukapura, Mangunraja dan Manonjaya. Di daerah Cirebon batik mulai berkembang dari kraton dan mempunyai ciri khas sersendiri.

Macam-macam batik di Indonesia :

1. Batik Cirebon

Merupakan batik yang berasal dari Cirebon. Jenis kain batik ini masuk kedalam kain pesisir karna jenis batik Cirebon ini tumbuh dan berkembang di daerah pantai pesisir utara Jawa Tengah. Untuk Motif batik cirebon ini yang terpopuler di masyarakat adalah motif kain batik Awan Mega Mendung karena jenis batik ini adalah lambang khas atau simbol dari kota Cirebon. Motif batik Awan Mega Bintang yaitu merupakan wujud karya sangat luhur dan penuh makna.


2. Batik Indramayu

Merupakan batik yang berasal dari Indramayu merupakan perpaduan dari Sunda dan Jawa. Jenis batik untuk di daerah ini dinamakan dengan nama Kain Batik Dermayon dimana sebagian besar pengaruh motif batik indramayu ini berasal dari tiongkok karena kemiripannya dengan motif liong dan lokchan.




3.
Batik Betawi

Merupakan Batik yang berasal dari Betawi yang berupa jenis motifnya dari Buketan, Lokchan, dan Pucuk Rebung. Warna-warna yang ada di dalam motif batik Betawi yaitu jingga, merah, hijau, dan terakota.


Post Top Ad

MAIN MENU