Rabu, 31 Januari 2018

Pengertian Dan Sejarah Serta Ciri-Ciri Film Sinematografi





Pengertian dan sejarah sinematografi,sejarah sinematografi bisa di bilang tidak singkat, akan tetapi disini tidak akan membahas tentang suatu "perjalanan" sinematografi tersebut dari awal pertama.Kemajuan teknologi tentunya akan semakin terus berkembang sesuai dengan berjalannya waktu, demikian juga pastinya dengan teknologi sinematografi, hingga saat ini yang dikenal dengan sinematograffi digital.Suatu kemajuan ini tentunya akan lebih membuat mudah bagi para sineas dalam berkarya tentunya.

Sebelum lebih jauh kita  membahas tentang sinematografi, alangkah baiknya mari kita fahami dulu makna dari sebuah arti sinematografi itu sendiri. Sinematografi merupakan sebuah kata serapan dalam bahasa Inggris cinematograhy  yang asalnya dari bahasa latin yaitu kinema  yang memiliki arti ‘gambar‘.Tentunya Sinematografi sebagai salah satu ilmu serapan yaitu merupakan suatu bidang ilmu yang tentunya membahas tentang teknik menangkap suatu gambar serta juga menggabungkan beberapa gambar tersebut sehingga dapat menjadi suatu  rangkaian gambar yang tentunya dapat menyampaikan sebuah ide.

Pengertian dan sejarah sinematografi, sinematografi tentunya memiliki suatu objek yang bisa di bilang sama dengan fotografi yaitu menangkap sebuah pantulan cahaya yang mengenai suatu benda. Dikarenakan objeknya sama dengan fotografi maka peralatan sinematografi pun mirip.
Perbedaannya yang menonnjol antara fotografi dengan sinematogafi yaitu,fotografi itu menangkap atau mengambil sebuah gambar tunggal,dan sedangkan dalam sinematografi itu bisa di bilang menangkap banyak gambar atau rangkaian suatu gambar.

Penyampaian idenyapun sama,jika pada fotografi memanfaatkan sebuah gambar tunggal, akan tetapi pada sinematografi yaitu  memanfaatkan rangkaian sebuah gambar.
Jadi dapat diambil kesimpulannya sinematografi ialah gabungan dari fotografi dengan teknik rangkaian sebuah gambar atau disebut juga dalam senematografi yaitu montase atau montage

Sinematografi merupakan salah satu bentuk upaya manusia untuk menggambarkan suatu ide kepada orang lain, lewat penggunaan suatu teknik yang menggabungkan suatu gambar gerak dengan teks, dunia serta pesan tersebut tentunya dapat mengalihkan karena ini dapat dipahami oleh seorang senimandengan sebuah sinematografi yang panjang, satu hari ini mungkin hanya menjelaskan suatu disiplin membuat pilihan dengan pencahayaan dan juga kamera pada saat merekam gambar atau suatu foto untuk dapat digunakan di bioskop.

Pengertian Sinematografi


Pengertian Dan Sejarah Sinematografi, dari bukunya seorang Blain Brown yaitu tentang sinematografi, yang ada hubungannya  dengan senuah teori bahasa visual dia menuliskan dalam  suatu pembuatan film atau bisa juga dibilang video, bahkan sampai animasi sekalipun, gambar ini tentu tidak hanya sekedar gambar biasa, akan tetapi gambar yaitu sebuah informasi atau pemberitahuan.

 Jadi bisa dibilang salah satu tugas dari sinematografer yaitu menjadikan suatu gambar menjadi bahasa yang visual tentunya kepada audiens agar dapat menjadi sebuah pesan yang tentuinya berarti, hasil akhir dari sebuah tayangan video ataupun animasi secara materi yaitu mempunyai bentuk dua dimensi, akan tetapi sinematografer tentunya harus dapat menyampaikan panduan mata bagi para pemirsa untuk dapat melihat suatu realitas. Oleh sebab itu maka perlukan sebuah suatu pemahaman konsep terhadap satu dasar pandangan penting  2D, 3D dan juga tentunya bahasa visual. Oleh karna itu perlu dipahami juga tentang sebuah prinsip-prinsip suatu desain. Dan jangan lupa juga tentunya sebuah elemen-elemen desain.


elemen desain yaitu unit dasar pembentukan gambar visual. Dan dari beberapa buku ataupun sumber di internet adan juga beberapa sebuah perbedaan elemen desain dan juga prinsip desain.  Tentu semuanya akan lebiih baik kembali pada hakekat utama dari suatu bahasa visual, yang penting masih mengandung unsur-unsur tersebut di dalamnya, menjadi dasar bagi sinematografer tentunya  pada saat meramu visual film menjadi lebih menarik.


 Elemen-elemen desain tersebut antara lain yaitu:

  •  Value (Nilai/Tone)
  • Space (ruang) 
  • Line (Garis)
  •  Form (Bidang)
  • Balance (keseimbangan)
  • shape (Bentuk Tekture (tekstur)
  • Color (warna)

Sedangkan prinsip-prinsip desain yaitu:
  • Directionality (arah) 
  •  Unity (kesatuan) Balance (keseimbangan) 
  • Texture (tekstur) 
  •  Proportion (proporsi)
  •  Contrast (kontras)  
  •  Rythym (Perulangan)
Selain dari elemen dan juga beberapa prinsip desain seperti di atas, ada juga menurut Blain Brown, yang merupakan termasuk kedalam sebuah bahasa visual adalah area 3 dimensi. Dan yang dimaksudkan dengan sebuah area 3 dimensi disini yaitu ide dasarnya sama dengan memproyeksikan bentuk 3 dimensi ke dalam sebuah area 2 dimensi. Adapun salah satu tugas dari seorang sinematografer yaitu mewujudkan 3D dalam sebuah dunia nyata dan terlihat nyata juga jika gambar dilihat pada area dua dimensi.


Ciri ciri Sinematografi

Dapat kita simpulkan ciri-ciri dari sinematografi,ciri-ciri nya hampir sama dengan apa yang ada pada pengertian sinematografi di atas yaitu:

  1. Memiliki suatu objek yang bisa di bilang sama dengan fotografi yaitu menangkap sebuah
  2. pantulan cahaya yang mengenai suatu benda.menangkap rangkaian suatu gambar.
  3. Penyampaian idenya memanfaatkan rangkaian sebuah gambar(montase atau montage

Perbedaan Sinematografi dan Fotografi




Bisa kita simpulkan Fotografi vs Sinematografi, langsung saja. Sesungguhnya atau sebenarnya, fotografi dengan sinematografi itu menggunakan suatu objek yang bisa di bilang sama untuk ditangkap memakai sebuah kamera, akan tetapi ada perbedaan dari Fotografi,perbedaannya yaitu dalam teknik menangkap sebuah gambar tunggal, dan sedangkan dalam Sinematografi yaitu teknik menangkap  gambar jamak atau bisa di bilang banyak. Gambar jamak atau banyak yang dimaksudkan disini yaitu sebuah gambar yang terdiri dari beberapa atau banyak frame yang tentunya berurutan dan membentuk sebuauh gerakan tertentu ataupun bisa kita sebut dengan sebuah film atau video. Fotografi ini tentu bisa dilakukan setidaknya oleh 1 orang untuk menghasilkan sebuah gambar yang  tentu sudah sesuai dengan pencahayaan dan sebagainya. Akan tetapi dalam sinematografi, jika anda ingin melakukannya sendiri, tentu itu bukan suatu yang mudah, karena yang akan anda buat di Sinematografi yaitu sesuatu gambar yang jalan atau bergerak, tentunya bukan sebuah gambar tunggal yang tidak jalan atau bergerak. Nah sekarang dari segi peralatannya,

dengan sebuah kamera DSLR kita bisa mendalami keduanya yaitu sinematografi dan fotografi
ataupun bisa dengan kamera digital biasa yang tentu sesuai dengan keinginan anda kualitasnya. Dalam dunia fotografi setahu saya, kita hanya memerlukan objek dan fotografer tentunya tujuannya yaitu untuk dapat menghasilkan sebuah gambar yang kualitasnya bagus tentunya. Akan tetapi dalam dunia sinematografi anda setidaknya membutuhkan beberapa orang atau lebih dalam hal pencahayaan, DOP, sutradara, kameraman  aktor dan sebagainya yang tidak lain yaitu untuk menghasilkan sebuah film ataupun video yang sempurna tentunya. Sekarang terserah kalian mau memilih untuk mendalami dunia fotografi ataupun sinematografi...


Tips Membuat Film Pendek



Di bawah ini yaitu beberapa hal yang bisa di bilang  sangat penting yang tentumya harus kita perhatikan dalam membuat suatu film pendek. Tentunya dengan mengikuti langkah-langkah yang akan kita uraikan ini, tentu kita dapat mengurangi ya bisa  di bilang beberapa hal yang tidak  penting atau yang tidak seharusnya kita lakukan.


 Meskipun seperti itu, ini adalah saran-saran saja, dan tentu bisa  kita kembangkan temtumya berdasarkan keahlian dan pengalaman masing-masing orang.


  1.  Apakah film yang akan anda nuat layak ditonton? Sebelum dimulai, maka tidak ada salahnya  kita bertanya : apakah nanti semua orang akan menonton film yang dibuat ?. Jawabnya, tidak!.,maka artinya tidak pasti semua orang akan menonton atau melihat film kita. Tentunya sebelum kita menulis skenarionya, ayo tanyakan terlebih dahulu pada diri sendiri; mengapa orang-orang harus menonton atau melihat film yang akan kita buat nanti. 
  2. Jangan kita mulai produksi tanpa ada budget untuk Film, meskipun terlihat sederhana tetapi sangat membutuhkan biaya!. Besarnya biaya tentu tidak terbatas jumlahnya, bisa besar atau kecil. Dengan kita membuat perkiraan biaya (budget), tentu kita akan dapat lebih tahu apa yang seharusnya kita lakukan dengan uang yang kita miliki. Produksi atau pembuatan tanpa adanya  budget itu dapat menyebabkan rencana-rencana yang tidak bisa kita prediksi. Terlebih jikalau uang yang kita miliki tidak dapat mencukupi,yang terjadi bisa-bisa film yang sedang kita kerjakan tidak dapat selesai-selesai. 
  3. Mintalah persetujuan atau izin pihak-pihak yang akan terlibat Sebelum dilakukan shooting, alangkah baiknya kita meminta persetujuan yang bersifat tertulis dari pihak yang terlibat didalam pembuatan film tersebut, seperti halnya aktor atau aktris,artwork, music director, sponsor, atau itu siapa saja yang ingin atau mau berkontribusi. Bereskan semua ini dulu!. Disebabkan kalau memintanya disaat shooting mulai, maka kemungkinan-kemungkinan dari berbagai pihak tersebut maka akan sulit untuk dimintakan pertanggung jawaban terdenut. Tentu.tidak untuk itu. 
  4. Buatlah film pendek yang tentunya memang pendek! Penulis naskah ataupun sutradara itu harus dapat memenuhi standar yang menyatakan bahwa memang film itu adalah film pendek. Dan bertele-tele dalam bentuk penyajiannya tentu akan membuat penonton merasa bosan. Jika itu merupakan film pendek..maka harus benar-benar pendek. Meskipun terlihat sulit,akan tapi memang harus seperti itu. Standarnya adalah maksimal utu berdurasi 30 menit!.
  5. Jika menggunakan atau memilih aktor yang tidak berpengalaman atau belum professional, maka di anjurkan untuk melakukan casting. Tidak lepas dari kemungkinan,film pendek itu dibintangi oleh aktor ataupun aktris yang belum professional bisa dinilang amatir. Ini sih masih wajar-wajar saja tentunya. Apalagi kalau mereka mungkin tidak dibayar. Akan tetapi untuk memilih karakter pemain yang sesuai, maka wajib kita melakukan pemilihan peran atau  casting. Jangan memilih orang yang sembarangan apalagi casting itu baru akan dimulai  beberapa waktu saat menjelang shooting. Tentunya berbahaya!. 
  6. Tata suara yang paling baik yaitu tata suara yang cukup buruk pada kebanyakan difilm pendek (meskipun itu memiliki konsep cerita yang menarik) itu dapat menyebabkan tidak nyamannya  untuk ditonton. Gunakanlah perangkat yang mendukung tata suara contohnya boom mike untuk dapat menghasilkan suara yang baik. Kalau tidak punya, beli atau bisa pinjam saja.
  7. Yakin pada saat shooting, jangan  terlalu mengandalkan post-production karena pada saat ini semua film kebanyakannya itu dikerjakan dengan menggunakan kamera digital. Tentu tidak sulit untuk mengecek apakah semua dari hasil shooting itu sudah memenuhi syarat atau mungkin bahkan belum dengan melakukanplayback. Periksa dengan teliti semuanya! tata suara ,frame dialog, pencahayaan ataupun itu apa saja. Apakah itu sudah sesuai dengan kualitas yang kita inginkan?. Sangatlah penting; periksa dulu setelah shooting, bukan hanya saja pada saat  produksi. 
  8. Hindarilah pemakaian menggunakan zoom pada saat shooting!! Kameraman yang baik itu adalah kameraman yang bisa untuk mengurangi zooming. Terkecuali itu bisa dilakukan dengan kinerja yang sebaik mungkin. Mendapatkan gambar yang lebih dekat terhadap objek itu sangat baik jika menggunakan camera glider,dolly, atau dapat kita lakukan cut and shoot!. 
  9. Hindarilah pemakaian-pemakaian efek yang bisa dibilang tidak perlu sama sekali. Sebuah film pendek tentunya terdapat banyak menggunakan efek-efek seperti berikut; memulai film dengan menggunakan alarm hitungan mundur atau bisa dibilang ringing alarm clock, transisi yang bisa dibilang berlebihan seperti halnya credit titles yang panjang dan dissolves atau wipe. Pikirkan dengan baik, apakah hal-hal ini perlu ditampilkan atau tidak. Pilihan yang sangat bijak jika semua itu tidak terlalu berlebihan.
  10. Hindarilah shooting pada saat malam hari di luar ruangan Suasana gelap karena itu adalah musuh utama dari kamera (camcorder). Pengambilan gambar pada saat diluar ruangan di malam hari itu sangat membutuhkan adanya cahaya. Dan apabila itu tidak menggunakan teknik lighting yang mencukupi tentu hasilnya akan sangat terlihat jelek sekali. Dan meskipun juga dapat melakukan teknik color correction pada saat melakukan editing, tapi percuma karena sudah pasti itu dapat menyebabkan adanya noise dan tentu kualitas gambar akan menjadi drop. Paling baik adalah merubah skenario menjadi suasana siang hari. Tidak akan mengganggu cerita toh?.

Post Top Ad

MAIN MENU