Jumat, 11 Agustus 2017

Pasar Internasional Siap Menjadi Tujuan Kerajinan Batok Kelapa

Batok kelapa atau tempurung kelapa bagi kebanyakan orang mungkin tidak berguna, tetapi bagi pengrajin justru sangat berguna untuk dijadikan aneka kerajinan yang diminati para wisatawan. Salah satu pengrajin itu adalah Nyoman Sujana yang mengolah limbah tempurung menjadi karya seni.

Nyoman Sujana, pengusaha aneka kerajinan dari Gianyar, Bali itu mengatakan, pihaknya membuat limbah tempurung yang dimodifikasi dengan tali pandan dan pelepah pisang, menjadi produk bernilai tambah. Aneka barang kerajinan berbahan baku tempurung kelapa ini kerap ditemui di setiap pusat perbelanjaan di daerah kota wisata seperti Bali, Yogyakarta dan tempat wisata lainnya. Barang kerajinan batok kelapa ini juga semakin dikenal masyarakat internasional. Hasil kerajinan bernilai seni itu sudah banyak memasuki pasar ekspor, terutama ke Eropa, Amerika, Australia, Kanada dan Asia lainnya.

Nyoman Sujana menyebutkan, kerajinan batok kelapa banyak dijajakan untuk dijadikan buah tangan dengan berbagai ragam bentuk. Produk tersebut beraneka ragam seperti aksesoris perempuan seperti jepitan, bingkai foto, hingga perabotan rumah tangga layaknya sendok dan mangkuk.

Selain itu batok kelapa juga bisa dibentuk menjadi gelas minum, penutup lampu, sendok, garpu, atau sendok sayur. Dengan sentuhan seni yang halus, hasil kerajinan batok kelapa tersebut terlihat artistik.

Bahkan hasil dari kerajinan tempurung kelapa itu bisa berupa ragam tas dengan berbagai bentuk (model) dan ukuran, beragam bentuk model rel gorden, cup lampu, peci, manik-manik dan bokor yang diperlukan masyarakat lokal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali tidak mencatat nilai ekspor kerajinan batok kelapa secara khusus karena dimasukkan dalam jenis kerajinan lain-lain yang perolehan devisanya mencapai 129 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2015.

Post Top Ad

MAIN MENU