Kamis, 10 Agustus 2017

Kementerian Perindustrian Mulai Kembangkan Industri Kerajinan Kerang

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) yang berbahan baku kerang dengan pola inti-plasma. Perusahaan kerajinan kerang yang telah mapan akan menjadi induk dan menerima kerajinan setengah jadi dari para perajin.

"Sebagai negara maritim, potensi pemanfaatan kerang masih luas dan kita akan kembangkan lagi dengan pola inti-plasma," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1).

Menurut Saleh, pola ini dapat menguntungkan pemasok bahan baku kerang dan perajin kerang. Saleh mengatakan, dengan pola tersebut perajin dapat memperluas akses pemasaran dan akan terjadi peningkatan kualitas. Sedangkan pelaku industri mendapatkan pasokan bahan baku yang lebih terjamin.

Dengan demikian, pada akhirnya kesejahteraan akan membaik dan memeratakan pengembangan industri di Tanah Air. Selain itu, pelaku industri juga berperan sebagai pelatih perajin kerang dalam memproduksi bahan kerajinan sesuai pesanan dan mengenalkan standar kualitas.

Saleh mengatakan, Indonesia memiliki beragam jenis, warna, dan bentuk kerang yang beragam. Berbagai varian tersebut merupakan keunggulan dan peluang di sektor kerajinan kerang. Menurut Saleh, negara yang kompetitor bagi Indonesia di sektor kerajinan kerang adalah Filipina dan Vietnam. Namun, jenis produk dari kedua negara tersebut masih terbatas.

"Kita punya potensi yang lebih tinggi jadi harus diperkuat dengan desain, inovasi dan strategi kemitraan inti-plasma ini," kata Saleh.

Lebih lanjut, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Euis Saedah mengatakan, pihaknya memacu pengembangan kerajinan ini dengan pelatihan di sentra kerang seperti di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur yang memiliki jenis kerang yang khas.

“Kami juga melakukan hal serupa di Buton, Sulawesi Tenggara. Secara umum, seluruh pantai di Indonesia punya kekayaan kerang yang mesti dimaksimalkan,”

Post Top Ad

MAIN MENU