Senin, 10 Juli 2017

Mengenal Kayu Jati Belanda sebagai Bahan Kerajinan

kerajinan berbahan kayu bisa disebut sebagai keunggulan dari kerajinan Indonesia. Melimpahnya produksi kayu di negara tropis seperti Indonesia ini tentunya menjadi salah satu kesempatan untuk mencari celah berkreasi, khususnya dalam bidang kerajinan. Kali ini, dari sekian banyak jenis kayu yang sering digunakan untuk membuat kerajinan, kita akan coba mengenal kayu jati Belanda sebagai bahan kerajinan yang pamornya semakin naik belakangan ini.

Untuk yang belum mengetahui apakah kayu jati belanda itu, janganlah membayangkan bahwa kayu tersebut adalah berasal dari pohon jati yang tumbuh di Eropa. Pohon jati adalah tumbuhan natif India, Indonesia, Myanmar, Thailand dan Laos, dimana kesemuanya adalah negara yang berada di wilayah tropis. Imbuhan Belanda tersebut didapat karena biasanya jenis kayu tersebut digunakan sebagai bahan baku kayu peti kemas yang berasal dari Belanda pada jaman dahulu.

Masih dalam bentuk pallet peti kemas

Pada umumnya disini kita mengenal kayu tersebut dengan nama kayu pallet. Kayu tersebut berasal dari pohon oak, dimana untuk kualitas terbaik biasanya orang orang akan menyebut bahwa yang berasal dari Jerman adalah memiliki kualitas terbaik. Pohon oak sendiri merupakan pohon yang tumbuh di wilayah dingin hingga tropis yang tersebar di bagian utara bumi.

Kayu oak atau kayu jati Belanda ini memiliki berbagai kelebihan yang membuatnya menjadi favorit para pembuat kerajinan berbahan kayu, terutama kerajinan furniture. Berbagai kelebihan tersebut antara lain adalah:

  • Memiliki warna yang cerah, sehingga akan terlihat bersih dan menarik kala dibuat menjadi furniture dengan gaya modern dan minimalis

  • Memiliki harga yang lebih murah dibanding kayu keras pada umumnya, karena memang pada awal tujuan penggunaannya adalah untuk digunakan sebagai kayu peti kemas. Tapi bukan berarti berkualitas rendah, karena seperti yang telah dikatakan di atas, bahwa produk kayu pallet dari Jerman dikenal memiliki kualitas yang tinggi.

  • Karena ditujukan untuk penggunaan internasional, maka kayu pallet tersebut memiliki standarisasi kekeringan kayu yang juga berstandar internasional. Standar tersebut adalah untuk membuat kayu tersebut lebih ringan dan mempermudah proses mobilisasi.

  • Berkaitan dengan kelebihan diatas, kayu pallet juga telah diproses sedemikian rupa sehingga tidak rentan terhadap serangan rayap.

  • Corak guratan kayu yang cantik seperti layaknya kayu jati ini membuatnya memiliki daya tarik visual yang tinggi.

Berbagai inovasi furniture telah dilakukan menggunakan bahan kayu jenis ini, mulai dari sebagai meja, kursi, dinding dan berbagai kerajinan utilitas lain semacam penahan gitar dan sebagainya. Kayu jati Belanda ini kini tak bisa dipandang sebelah mata dalam dunia kerajinan, karena derajatnya benar benar telah berbeda, tak hanya menjadi alas peti kemas namun menjadi komoditas berharga bagi dunia kerajinan modern.

Kayu pallet atau kayu jati Belanda ini cenderung mudah didapat di berbagai tempat dengan harga yang terjangkau, baik eceran maupun yang di jual per meter kubik. Dengan kisaran harga perlembar di angka Rp 10.000 kayu ini merupakan alternatif menarik bahan kerajinan yang bisa anda lirik untuk kreasi anda.

Contoh hasil kerajinan furniture dari kayu jati Belanda:
Meja taman

Furniture set

Post Top Ad

MAIN MENU