Kamis, 06 Juli 2017

Kreativitas Kerajinan Miniatur Motor dari Kayu Asal Klaten MenembusEkspor

Klaten - Pilihan kayu bahan Kerajinan miniatur itu penting. Begitulah kesadaran HS Widodo (49), pemilik Shely Handicraft, perajin barang miniatur dalam memilih bahan baku produksinya di bengkel Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kami khusus membuat barang ukuran mini, tentu butuh kayu yang keras, tidak mudah patah ketika dibentuk sekecil apa pun dan teksturnya menarik. Dua hal itu saya temukan di kayu sonokeling, kayu yang mudah didapat di daerah Klaten dan sekitarnya," kata Widodo ketika ditemui di tempat usaha kerajinannya di bangunan sekolah dasar inpres yang sudah tidak terpakai lagi di Brangkal.

Kayu sonokeling memiliki ciri daging kayu keras, tekstur khas, dan seratnya bergaris-garis membentuk alur sehingga menambah keunikan Kerajinan miniatur produk Shely Handicratf. Sejak 1997, sebagai perajin, Widodo sudah menghasilkan ratusan lebih barang kerajinan berbagai model, mulai dari mobil ontran, sepeda motor, becak, sampai alat rumah tangga.

"Saya memulai usaha dengan modal tabungan Rp 5 juta. Saya belanjakan semua untuk membeli peralatan ukir komplet di Yogyakarta. Secara otodidak, saya belajar membuat Kerajinan miniatur  dibantu 2-3 pekerja yang masih saudara di kampung," kata Widodo. Dia juga dibantu Shely, putri pertamanya.

Widodo menggunakan halaman bagian belakang rumahnya sebagai bengkel awal usaha. Kala itu, hasil kerajinan banyak ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan dan sekitarnya. Produknya digemari wisatawan, terutama miniatur kendaraan.

Produk kerajinan Widodo dikenal halus dan detail. Kerajinan miniatur motor dari kayu Harley Davidson lengkap dengan kabel setang setir. Begitu pula dengan miniatur kayu kereta api, detail lokomotifnya tampak nyata. "Saya makin mantap memilih profesi sebagai perajin miniatur. Bahan baku juga mudah yang sesungguhnya kayu limbah dari bahan mebel. Bahan baku itu setelah diolah justru bernilai ekonomi tinggi," kata Widodo.

Didorong menambah koleksi jenis kerajinan, dia pun rajin ke tempat wisata favorit di Jateng dan Yogyakarta. Tujuannya supaya bisa memperkaya produk kerajinan yang diminati wisatawan. Jenis produk pun bertambah seperti kapal layar, andong, lampu meja, asbak aneka bentuk, tempat kitab, tempat lampu dinding, wadah buah, beragam jenis sepeda, dan tempat lilin.

Widodo mengatakan, beberapa produk perlu variasi warna. Jari-jari roda dan lantai mobil klasik, misalnya, perlu warna terang. Bahan kayu sonokeling, dominan coklat tua. Pilihan warna terang itu jatuh ke kayu mahoni. Perpaduan kayu sonokeling dan mahoni memperkaya warna kerajinannya.

Produk Shely Handycraft ada lebih dari 60 jenis. Seiring produksi yang bertambah, pada tahun 2000 dia memindahkan bengkel dari rumah. Pilihannya pada gedung sekolah dasar inpres yang puluhan tahun sudah tidak terpakai. Tanah lokasi bangunan sekolah itu milik desa sehingga pihak pemerintah desa mendorong Widodo memanfaatkan ruang pada bangunan sekolah.

Produksi kerajinan miniatur dari kayu sudah di atas 700 biji. Produk sebanyak itu diselesaikan dalam setengah bulan. Keunggulan produk Shely Handycraf, selain halus dan detail, harganya pun kompetitif. Harga miniatur mobil klasik berkisar Rp 16.000-Rp 50.000 per biji sesuai ukuran. Adapun harga miniatur motor dari kayu untuk Harley Davidson berkisar Rp 9.000-Rp 20.000 per biji.

Widodo kebanjiran pesanan setelah suvenir buatannya itu dipasarkan di Bali. Turis sangat menggemari miniatur Harley Davidson, VW, dan mobil klasik. Pesanan mengalir setelah banyak hotel juga turut memasarkan produknya. Pada 2005, produk Widodo mulai merambah ekspor ke Iran. Miniatur becak, mobil klasik, aneka sepeda dan sepeda motor, serta kapal layar laris. Meski ekspor itu masih ditangani pihak ketiga, Widodo mulai meraup keuntungan. Kini, omzet bisnis kerajinannya di atas Rp 150 juta per pesanan.

Peluang ekspor ternyata tidak menghentikan kreativitas pengrajin ini. Produk model baru, yakni miniatur Harley Davidson dalam botol, sedang ditekuni. Menurut Widodo, membuat miniatur kapal dalam botol sudah biasa. Sebaliknya, membuat Harley dalam botol, terlebih lagi botolnya tidak dibelah, merupakan tantangan. Bagi penggemar miniatur, siap siap saja mengoleksi Harley Davidson dalam botol.

Diolah dari : kompas

Post Top Ad

MAIN MENU