Kamis, 06 Juli 2017

Kipas Bambu Jipangan yang Besar Bukan di Daerah Aslinya

Bantul - Desa Wisata Jipangan terletak di Dusun Jipangan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, DIY. Secara geografis Jipangan terdiri dari daerah pegunungan dan berupa hamparan sawah. Pedukuhan Jipangan berbatasan dengan Pedukuhan Banyon, Pendowoharjo dan Sungai Bedog di sisi timur.

ilustrasi Kipas Bambu
Kipas Bambu,. Awal mula dikenalnya Jipangan sebagai daerah kerajinan Kipas Bambu adalah dari Bapak Alifa. Sebenarnya, kerajinan ini bukanlah asli dari Pedukuhan Jipangan, melainkan dibawa oleh Pak Alifa dari daerah Ndowo, yang lokasinya tak jauh dari Pedukuhan Jipangan.Akan tetapi, seiring perkembangan jaman, Kerajinan Kipas Bambu di Jipangan jauh lebih pesat berkembang daripada di daerah aslinya, yaitu Ndowo

Saat ini terdapat sekira 10 perajin Kipas Bambu di Jipangan. Namun hanya 3 yang memproduksi sendiri kerajinan Kipas Bambu dari mentah sampai finishing, sisanya hanya sampai pada tahap tangkai kemudian dilanjutkan ke penadah. Harga produk tergantung kriteria. Harga kerajinan kipas ukuran kecil kurang lebih 800 rupiah, ukuran standar berkisar 2 ribu hingga 3 ribu, sedangkan kipas skala super dijual antara 30 ribu sampai 50 ribu rupiah.

Kipas Bambu yang telah di finishing dijual mulai 1.200 hingga 3.500 rupiah. Kalau masih berupa tangkai berkisar antara 500 sampai 700 rupiah. Kerajinan Kipas Bambu Jipangan banyak ke luar negeri, terutama negara Eropa melalui eksportir di Jakarta. Juga dipasarkan ke pelbagai kota Indonesia, termasuk Yogyakarta dan Jakarta dan untuk luar negeri, para pengrajin telah mengapalkan sekitar seratus ribu buah kipas bambu ke negara Belanda.

Bahan yang di butuhkan dalam pemrosesan kerajinan Kipas Bambu ini diperlukan bahan berupa bambu, rotan, serta kain. Proses pembuatannya dari potongan bambu direbus menggunakan bahan pengawet H2O2 supaya tidak lekas menjamur. Setelah dijemur kurang lebih 3 hari, barulah kemudian di susun dan diwarnai.

Post Top Ad

MAIN MENU