Senin, 10 Juli 2017

Kerajinan Tekstil dan Jenis-jenisnya

Kerajinan tekstil sudah menjadi sebuah bidang yang mampu menjadi bisnis maupun pemberdayaan sumber daya ekonomi. Di bidang bisnis, kerajinan berbahan dasar tekstil sudah berhasil menjadi sebuah segmen yang masuk ke industri busana berikut dengan ragam model dan coraknya.


Dengan perkembangan tekstil dalam bidang bisnis maka otomatis mengangkat lebih banyak sumber daya manusia dan memperbesar peluang ekonomi untuk orang banyak.
Dalam keseharian, bisa dengan mudah dijumpai kerajinan dari tekstil yang digunakan seperti batik, rajutan maupun sulaman. Penggunaan produk kerajinan tekstil dan gambarnya lebih banyak digunakan sebagai bagian dari kebutuhan sandang seperti baju, celana, sarung, bantal, sprei dan sejenisnya. Kerajinan ini tentu saja membutuhkan banyak sumber daya dari mulai sumber daya bahan hingga sumber daya manusianya untuk merancang maupun mendesain dan mengolahnya menjadi sebuah produk.

Kerajinan Tekstil Modern dan Tradisional


Kerajinan tekstil dibagi menjadi 2 jenis kerajinan yaitu modern dan tradisional. Kerajinan tekstil modern digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga berdasar fungsionalnya, seperti baju kondangan atau tshirt. Produsen kerajinan dari contoh kerajinan tekstil beserta gambarnya untuk kegunaan sehari-hari ada dibanyak tempat salah satunya adalah Pekalongan.

Sementara itu, kerajinan tekstil tradisional lebih banyak digunakan sebagai dari kegiatan simbolik atau pun acara adat, misalnya pernikahan. Produksi kerajinan ini hanya dilakukan oleh tempat-tempat khusus yang perlahan juga semakin sedikit kebutuhannya, sehingga semakin sulit ditemukan.

Fungsi dari Kerajinan tekstil adalah karya seni atau kerajinan yang dibuat atau memakai tekstil sebagai bahan utamanya. Tekstil merupakan bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil ini maka, dapat disimpulkan bahwa bahan atau produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat.

Jenis Kerajinan Tekstil


Pada umumnya bahan tekstil dikelompokkan menurut jenisnya sebagai berikut:

  1. Berdasar jenis produk atau bentuknya: serat staple, serat filamen, benang, kain, produk jadi (pakaian atau produk kerajinan dan lain-lain)
  2. Berdasar jenis bahannya yaitu: serat alam, serat sintetis, serat campuran
  3. Berdasarkan jenis warna atau motifnya: putih, berwarna, bermotif atau bergambar
  4. Berdasarkan jenis kontruksinya yaitu: tenun, rajut, renda, kempa, benang tunggal, benang gintir.

Macam-macam Kerajinan Tekstil


1. Kerajinan Batik




kerajinan batik
Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain. Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup. Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.

Dalam perkembangannya, batik yang dulu yaitu symbol feodalisme Jawa dimana ada batik untuk raja dan keluarganya serta batik untuk orang kebanyakan.Lambat laun kerajinan batik disebut dengan batik tulis ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pakaian yang digemari oleh pria maupun wanita. Semula batik hanya dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas. Saat ini batik sudah menjadi kain tradisional Indonesia yang juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, polyester, rayon, dan bahan sintesis lainnya. Dengan demikian, cara pembuatannya juga mengalami perubahan. Selain batik tulis, yaitu batik yang motif batik dibentuk dengan tangan,tetapi kini ada batik cap, batik printing, batik painting, dan sablon

2. Kerajinan Sulam


kerajinan sulam

Bordir atau yang biasa disebuat sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau denghan bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet.

Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:
  • Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain
  • Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk taplak meja dan pinggiran kebaya
  • Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar
Jenis bordiran dan sulaman:

A. Sulam bebas atau sulam benang
Dalam sulam benang, benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol seperti bordir tradisional Cina dan Jepang.

B. Sulam hitung jahitan
Sulaman dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman dilakukan di atas kain tenunan sejajar seperti kain kanvas,kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan adalah kruistik, sulam Assisi, needlepoint, dan blackwork.

3.Kerajinan Kain Perca






kain perca
Perca adalah sisa-sisa guntingan kain yang ada setelah membuat pakaian atau karya kerajinan tekstil lainnya. Jahit perca atau tambal seribu atau patchwork adalah proses pembuatan suatu produk kerajinan tekstil yang terbuat dari potongan-potongan kain  atau perca yang digabungkan dengan cara dijahit sesuai dengan rencana. Jahit perca pada dasarnya dipelajari keteknikannya bukan pada bahannya.



Bagi perusahaan besar  ataupun tukang jahit, kain perca termasuk limbah dan harus dibuang. Karena jumlahnya yang banyak dan terlalu menyita waktu untuk mengurus kain perca tersebut. Oleh karena itu, perusahaan garmen atau tukang jahit lebih cenderung untuk membuang sisa-sisa kain atau kain perca tersebut. Namun, bagi sebagian orang yang mengetahui bahwa memanfaatkan kain perca termasuk suatu peluang yang besar untuk dijadikan suatu bisnis, tidak akan menyia-nyiakan peluang tersebut. Dalam begitu, mereka akan memanfaatkan kain perca menjadi suatu barang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kain perca tersebut bisa dijadikan kerajinan dimana kerajinan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Biasanya, kerajinan kain perca dibuat berupa barang-barang kebutuhan sehari-hari,yaitu tutup kulkas, tutup televisi, hingga orden

4. Kerajinan Jahit Tindas


kerajinan takstil jenis jahit tindas

Jahit tindas (quilting) adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara melapisi atau mengisi kain dengan bahan pelapis atau pengisi kemudian dijahit tindas pada permukaan kain sesuai dengan rencana.
Jahit tindas adalah teknik pembuatan suatu benda kerajinan tekstil dengan cara mengisi atau melapiskan kain dengan bahan pelapis, kemudian dijahit pada bagian atas kain sesuai dengan desain.
Berikut ini jenis-jenis jahit tindas:
  • Jahit tindas pengisi lembaran atau wadded quilting, adalah teknik menjahit dengan cara mengisi atau melapisi diantara dua kain dengan bahan pelapis yang berupa lembaran, selanjutnya dijahit pada permukaan kain sesuai pola dengan mempergunakan jahit mesin maupun jahit tangan
  • Jahit tindas pengisi tali pada prinsipnya sama dengan pengisi susulan. Namun,memiliki perbedaan pada pengisian menggunakan tali. Cara penyelesaiannya anda bisa menggunakan jahit mesin atau tangan.

5. Kerajinan Cetak Saring




kerajinan cerak saring tekstil
Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar  atau screen dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar nilon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak.

Untuk membuatnya kain ini dapat direntangkan dengan kuat agar  bisa menghasilkan layar dan hasil dari cetakanya yang datar. Setelah dimasukkan fotoresis dan disinari, layar tersebut akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan ada juga yang tidak. Salah satu contoh jerajinan cetak saring adalah sablon.

6. Kerajinan Tenun




kerajinan tenun tekstil
Tenunan yang dikembangkan oleh setiap suku atau etnis di Nusa Tenggara Timur merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diajarkan kepada anak cucu mereka demi kelestarian seni tenun tersebut. Motif tenunan yang dipakai seseorang akan dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau mana orang itu berasal, setiap orang akan senang dan bangga mengenakan tenunan asal sukunya sendiri.



Pada suku atau daerah tertentu, corak atau motif binatang atau orang-orang lebih banyak ditonjolkan. Seperti Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, pohon tengkorak dan lain-lain.Sedangkan Timor Tengah Selatan lebih  banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif. Sedangkan di daerah-daerah lain corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan.
Langkah awal proses menenun dilakukan dengan memilih bahan dasar. Bahan dasar ini digunakan untuk pembuatan benang yang akan ditenun hingga menjadi kain. Benang untuk kain tenun, diambil dari kapas. Kapas tersebut akan dipintal dengan alat tradisional khusus, dengan begitu hasil yang tidak rata pada proses pintalannya akan membuat motif yang berbeda dari satu kain dengan kain lainnya. Setelah proses memintal, dilanjutkan dengan pencelupan benang pada pewarna. Pada umumnya bahan pewarna diambil dari daun Ru Dao dan akar pohon Ka’bo. Dan pewarna lainnya yang diambil dari alam.

7. Kerajinan Tapestri




kerajinan tapestry
Tapestri adalah sebuah bentuk seni berupa tenun tradisional yang biasa dilakukan pada alat tenun vertikal. Namun, dapat dilakukan di lantai juga. Proses tenun ini terdiri dari dua arah benang yang bersilangan, sejajar dengan panjang disebut warp atau benang lungsin dan sejajar dengan lebar disebut weft atau benang pakan.


Kebanyakan para penenun tapestri menggunakan benang lungsin berbahan alami yaitu benang linen atau benang katun. Benang pakan yang dipakai berupa benang wol atau benang katun, namun bisa pula benang sutra, benang emas, benang perak, atau yang lain.

Tapestri telah diproduksi dan digunakan sejak zaman Helenis. Seperti kerajinan tapestri Yunani yang pernah ditemukan yang berasal dari abad ke-3 SM dengan kondisi terawetkan di gurun Tarim Basin. Kerajinan tapestry mencapai tahap baru yang di produksi massal di Eropa pada awal abad ke-14 Masehi. Gelombang pertama diproduksi berasal dari Jerman dan Swiss. Lalu, kerajinan ini diperluas ke Prancis dan Belanda.

Istilah tapestri ini digunakan untuk menggambarkan hasil kerajinan tekstil yang dibuat pada alat tenun Jacquard. Sebelum tahun 1990-an, tapestry yang terkenal pada Abad Pertengahan juga diproduksi dengan menggunakan teknik Jacquard. Namun pada abad modernisasi, artis Chuck Close dan Magnolia Editions mengadaptasikan proses Jacquard yang terkomputerisasi untuk menghasilkan karya seni rupa yang indah memukau.

8. Kerajinan Makrame



kerajinan makrame
Makrame adalah bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul dengan rantaian benang awal dan akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai simpul pada rantai benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai. Dalam membuat ini, ada beberapa teknik yang digunakan yaitu teknik pilin,simpul,anyam, atau rajut.

Hasil karya kerajinan makrame memiliki kesesuaian fungsi, kekuatan, dan keindahan yang berbeda-beda. Fungsi karya kerajinan dapat dilihat dari penggunan benda tersebut. Kekuatan dari karya kerajinan ditentukan dari kualitas bahan dasar yang digunakan. Apabila bahan dasar yang digunakan kuat maka kualitasnya akan bagus. Keindahan karya kerajinan makrame dapat dilihat dari model benda yang dibuat, corak, hiasan atau aksesoris dari benda tersebut. 
Jika anda ingin menguasi teknik seni kerajinan ini, maka anda harus memahami beberapa simpul dasar terlebih dahulu. Hal yang harus diperhatikan, sebelum anda akan berlatih menyimpul, terlebih dahulu siapkan tali yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. Usahakan tali yang dipakai bersifat lentur atau tidak kaku

Post Top Ad

MAIN MENU