Kerajinan Rotan Aceh yang Sudah Berjalan 4 Generasi


Kerajinan Rotan Aceh banyak terpajang disepanjang jalan dari Banda Aceh menuju lokasi wisata Lampuuk dan Lhoknga. Berbagai macam jenis kerajinan rotan berjejer dari rumah-rumah yang berubah fungsi menjadi etalase produk.

Tudung saji, keranjang baju, keranjang buah, kap lampu, topi, tas, dan vas bunga, menggayut di atap workshop berkonstruksi kayu itu, sebagiannya diletakkan di lantai dan dipajang dinding. Sisanya ditata rapi di atas meja yang menghadap jalan nasional Banda Aceh – Meulaboh.

Harga dari hasil kerajinan-kerajinan rotan Aceh ini dibanderol dari mulai harga Rp 30 ribu hingga Rp 1 juta. Bahkan pembeli boleh memesan bentuk kerajinan yang diinginkan, biasanya ini dilakukan untuk kebutuhan khusus seperti pernikahan.

Kerajinan rotan dari Lhoknga memiliki sejarah yang panjang, hingga saat ini kerajinan rotan dari daerah Lhoknga sudah turun temurun hingga empat generasi. Maka sangat wajar bila perempuan-perempuan dari Lhoknga dan Gampong Kueh memiliki kepandaian dan keterampilan dalam membuat produk kerajinan rotan.

Menurut salah seorang pegawai dari sebuah toko kerajinan rotan, bahan-bahan baku rotan yang dibuat oleh para pengrajin rotan, diambil dari kawasan kehutanan Aceh Besar seperti di Leupung, Lhoknga, Seulimum, dan Pulo Aceh. Dan ada kalanya dibeli dari Aceh Jaya.

Semua produk kerajinan dari Lhoknga ini dikerjakan secara langsung melalui tangan-tangan terampil dari berbagai desa di sekitar desa Lhoknga. Pajangan karya-karya kerajinan rotan juga bisa dilihat di tepi Jalan Nasional Aceh.

Kerajinan Rotan AcehFoto: Oviyandi Emnur

Di desa Gampong Kueh, juga banyak terlihat produk hasil kerajinan rotan yang dikerjakan langsung menggunakan keterampilan tangan. Jika Anda memasuki perkampungan Kueh, akan terlihat para perempuan dan ibu-ibu rumah tangga yang mengerjakan kerajinan rotan. Kebanyakan mereka membuat tutup saji.

Per satu jam, ada saja warga desa itu yang membawa pulang bahan baku rotan maupun penjual yang mampir menawarkan berikat-ikat rotan mentah.

Bahan Baku yang Mudah

Dalam catatan Kementerian Perindustrin (Kemenperin), sekitar 80 persen bahan baku rotan dunia dihasilkan oleh Indonesia. Daerah penghasil rotan tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera.

Dan Aceh merupakan salah satu penghasil produk kerajinan rotan yang besar di Indonesia. Daerah potensial penghasil rotan di Aceh berada di wilayah barat selatan, yakni Nagan Raya, Aceh Barat, Singkil, Subulussalam, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan. Di belahan timur, ada di Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Tamiang.

Kerajinan Rotan Aceh Berkualitas Tinggi

Bahan baku rotan di Aceh terkenal memiliki kualitas tinggi, oleh karenanya hasil produknya pun memiliki kualitas yang bagus dan awet. Sempat terjadi aktivitas ekspor besar-besar dari para pengusaha yang memiliki budidaya rotan hingga terbitnya aturan yang melarang ekspor bahan baku rotan mentah sebelum diproduksi.

Larangan ini berimbas pada bertambahnya gairah produk kerajinan hasil olahan tangan langsung. Juga imbas positif lainnya adalah masyarakat Aceh bisa mengembangkan produk kerajinan dari hasil komoditas hutan non kayu ini.

Pemberdayaan Sumber Manusia


Meningkatnya produk kerajinan rotan di Aceh khususnya di Lhoknga dan Gampong Kueh ini menggairahkan ekonomi masyarakat banyak terutama hidupnya peran ibu-ibu rumah tangga dalam ikut membuat kerajinan rotan Aceh ini.

Banyak ibu-ibu rumah tangga yang bisa memanfaatkan waktunya untuk ikut menghasilkan pendapatan bagi rumah tangganya dengan ikut bekerja membuat produk kerajinan rotan. Bahkan perlahan banyak laki-laki yang ikut berkarya dan membangun usaha melalui kerajinan rotan .

0 Response to "Kerajinan Rotan Aceh yang Sudah Berjalan 4 Generasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel