Jumat, 07 Juli 2017

Kerajinan Pipa PVC, Kreasi Seni Bakar yang Antik

Bogor - Kerajinan Pipa PVC atau yang lebih lazim kita kenal dengan nama pipa paralon adalah material bangunan yang di gunakan untuk mengalirkan air. Material tersebut selama ini hanya di fungsikan sebagai material bangunan semata atau jika ada sisa maka hanya di buang atau di bakar. Pemanfaatan untuk hal yang lain sangatlah minim karena bahan pembentuknya adalah bersifat seperti plastik keras yang susah untuk di olah menjadi benda yang lain.

Kerajinan Pipa PVC

Adalah seorang kontraktor asal Sukabumi yang banting setir menjadi pengrajin Kerajinan Pipa PVC bernama Ilham Wirahadikusuma yang memiliki kreasi pemanfaatan pipa tersebut menjadi barang kerajinan bernilai tinggi dengan nilai ekonomi yang tinggi pula.
Pada 2002 dia memutuskan untuk berhenti berusaha dalam bidang konstruksi dan beralih kepada Kerajinan berbahan kayu. Kan tetapi ternyata bahan kayu semakin susah di dapatkan di tempatnya, dan juga karena tingkat persaingan yang tinggi dari sesama pengrajin kayu semakin banyak, sehingga dia beralih menggunakan pipa paralon transparan sebagai bahan kerajinannya.

Berawal dari modal Rp5 juta, pinjaman dari Banki BRI Cibinong, melalui pinjaman Kredit Usaha Kecil (KUK). Modal tersebut digunakan membeli pipa paralon dan peralatan pembuatan kerajinan furnitur. Selain membuat kursi antik maupun penunjang interior lain seperti wine cooler dan lampu dinding, juga lentera, lampion, lampu etnik. Aksesoris lainnya, seperti gelang atau anting-anting, pigura lukisan, dan lain-lain.

Menurutnya, di pasaran terdapat dua pilihan warna pipa paralon. Warna putih jika dibakar menghasilkan warna kuning kecokelat-cokelatan seperti tekstur kayu. Sedangkan paralon warna abu-abu menghasilkan warna seperti silver. Pertama, pipa dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan, kemudian dibakar dengan las khusus hingga suhu di atas 50 derajat. Saat pembakaran, paralon menjadi lunak sehingga mudah dibentuk menjadi bermacam benda sesuai dengan desain.

Pada proses finishing-nya, pipa dilapisi (coating) kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama satu jam hingga produk siap untuk dipasarkan. Produk ini juga dapat dikombinasikan dengan material lain seperti kayu, metal dan kaca.

Kreasi membuat lampion dari pipa paralon dari Ilham tersebut dijual dengan kisaran harga termurah Rp15 ribu (gantungan gunting, gelang, serta kalung), sedangkan yang paling mahal yaitu satu set meja kursi harganya Rp1,8 juta. Produk Ilham sudah tersebar berbagai kota, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, dan kota lain di luar Pulau Jawa. Setiap bulan ia meraup omset rata-rata Rp20 juta per bulan.

Post Top Ad

MAIN MENU