Kamis, 06 Juli 2017

Kerajinan Limbah Domestik Kreasi Warga Malang

Kerajinan berbasis limbah kebanyakan berasal dari limbah produksi seperti limbah kayu atau limbah berbentuk solid dan besar yang lainnya. Akan tetapi apakah anda pernah berpikir pemanfaatan limbah domestik untuk menjadi kerajinan? Mayoritas ibu rumah tangga membuang kulit hasil kupasan bawang putih atau bawang merah. Tapi di tangan Prigel Art and Gallery ini semua limbah domestik tadi bisa di ubah menjadi kerajinan yang memiliki nilai tambah baik ekonomi maupun estetik.

Pemanfaatan sampah menjadi kerajinan limbah domestik inilah yang dilakukan pemilik Prigel Art and Gallery, Sulistyawati. bahkan hasil kerajinan putung rokok yang berbentuk bunga karya warga Malang ini pernah dikirim hingga ke Swiss, Belanda. Setidaknya 36 bahan baku limbah seperti kulit bawang merah dan putih, kulit salak, kulit bengkuang, kulit kacang, biji bunga matahari, putung rokok, biji cabe, biji kurma, serutan kayu dan lainnya.

pengelolahanlimbah
Sulistyawati awal kali pertama memanfaatkan limbah rumah tangga ini pada 1997 silam. Saat itu kulit bawang putih untuk kebutuhannya memasak disulapnya menjadi handycraft. Bahkan, dia tak segan limbah dari kulit bawang atau lainnya dari pasar. Sampai dia dikenal sebagai ibu sampah karena aktivitasnya itu. Selain dari mengambil di pasar, banyak juga kerabatnya yang memberi bahan baku kerajinan limbah domestik untuk kebutuhan bahan baku.

Perlahan tapi pasti, hasil karyanya mencapai puluhan dan kemudian sempat dipamerkan tunggal pada 2003 silam dengan bantuan sebuah lembaga pengabdian masyarakat (LPM) dari sebuah perguruan tinggi. Selepas pameran itulah, animo masyarakat untuk memiliki hasil karya Sulis sangat tinggi. "Tidak pernah ada bantuan dari Pemkot Malang yang saya terima untuk mengembangkan usaha ini. Bahkan sekedar untuk promosi saja juga tak ada yang membantu dari instansi pemerintah," tukas Sulis yang belajar secara otodidak untuk membuat hasil karyanya ini.

Produk berbahan baku kulit bawang dan sejenisnya ini dicuci dan direndam dengan kapur barus. Setelah tiga hari, lalu dijemur dan dipotong-potong sehingga tahan lama. Sementara untuk membuatnya, tak ada pola ataupun gambar, murni mengandalkan imajinasi dalam pikiranya. Dari setidaknya kulit bawang sebanyak 1 kantong kresek berukuran besar setelah dipilah, mampu menghasilkan 2 karya.

Tak hanya membuat kerajinan limbah domestik, Prigel Art and Gallery juga mengkreasikan bunga dari puntung rokok, biji-bijian, dan kulit buah. seperti kulit bengkuang, kacang, biji bunga matahari, biji cabe, biji kurma, dan sisa serutan kayu. "Ada 32 jenis bahan yang saya pakai, termasuk kulit salak dan biji kacang hijau," ujarnya.

Seluruh hasil karya kerajinan limbah rumah tangga tersebut dimasukkan dalam kaca berpigura. Sebuah galeri kecil di Jalan Teluk Etna VI No 75 Malang, Jawa Timur menjadi tempat memajang seluruh hasil kerajinan tersebut. Karya-karya itu di jual dengan harga Rp 350.000 hingga Rp 700.000, tergantung tingkat kerumitan pengerjaan kerajinan limbah domestik tersebut.

Post Top Ad

MAIN MENU