Rabu, 05 Juli 2017

Kerajinan Fashion Kulit Kodok Cadusa, Produk Eksotik Dari Yogyakarta

Jika kita merasa familiar dengan dongeng tentang seorang putri yang mengubah kodok menjadi seorang pangeran, maka di dunia nyata ada salah satu produsen yang menggunakan Kulit Kodok  sebagai bahan baku produk adalah Cadusa, The Indonesiaz Exotic Leather dari Yogyakarta. Pemilik usaha ini, Ditto Wahyutomo bilang, pembuatan produk fesyen berbahan Kulit Kodok  masih tergolong baru.

Guna memenuhi selera pasar, selama ini banyak produsen menawarkan produk fesyen seperti tas dan dompet dengan model unik dan dibuat dari bahan berkualitas. Untuk menghasilkan produk yang menarik, mereka sering menggunakan kulit binatang sebagai bahan baku produk. Beberapa kulit binatang yang selama ini sering dipakai, seperti kulit ular, buaya, dan sapi. Namun, masih jarang yang menggunakan kulit kodok sebagai bahan baku produk.

Kulit Kodok"Kulit Kodok  ini saya pakai sebagai bahan pembuatan tas dan dompet," jelasnya. Karena pemakaian kulit kodok masih jarang, ia mengklaim, produk tas dan dompetnya berbeda dari yang lain. "Setidaknya itu menjadi ciri khas produk saya," ujarnya.

Menurut Ditto, pemanfaatan Kulit Kodok sebagai bahan pembuatan tas dan dompet tidak gampang. Perlu keahlian khusus dalam mengolah kulit kodok sehingga menarik dan memiliki kesan eksotis. "Selain itu pasokan kodoknya juga sulit diperoleh," ujarnya. Selama ini, ia mendapat pasokan kodok dari Papua dan Kalimantan. Ditto mengaku telah memulai usaha ini sejak tahun 2005.

Sebelum diproses menjadi dompet wanita/pria dan tas cantik, Kulit Kodok beracun yang diambil dari Kalimantan dan tanah Papua itu lebih dulu diolah. Kulit-kulit itu dikeringkan hingga tidak kaku lagi. Setelah itu, barulah kemudian diwarnai. Sesudah semuanya siap, dompet dan tas pun dibuat.

Memang tidak seluruh dompet dan tas dibuat dari Kulit Kodok, karena luas permukaannya yang kecil. Oleh karenanya kulit  itu dipadukan dengan kulit hewan lainnya agar bisa mencukupi untuk bahan dompet dan tas.

Selain Kulit Kodok, ia juga menggunakan kulit binatang lain sebagai bahan baku, seperti kulit buaya dan kambing. Selain tas dan dompet, ia juga memproduksi jaket dan sepatu wanita. Aneka produk fesyen yang dihasilkannya itu dibanderol mulai dari Rp 250.000 - Rp 10 juta per buah. Pelanggannya berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Bengkulu, dan Makassar. Ia bilang, bisnis kerajinan dari kulit binatang ini prospeknya bagus.

[xyz-ihs snippet="Kerajinan-Indonesia"]

diolah dari : kontan

Post Top Ad

MAIN MENU