Disepelekan, Bisnis Kerajinan Punya Pasar di Luar Negeri

Bisnis kerajinan tangan selama ini memang kerap dipandang sebelah mata. Selain karena tak semua orang memiliki tingkat kreativitas tinggi, bisnis kerajinan dianggap memiliki pasar yang sedikit. Padahal, kerajinan tangan bisa menjadi salah satu ide bisnis rumahan yang sangat menguntungkan.

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah membuat kerajinan dengan bahan murni yang berasal dalam negeri. Setelah menemukan ide kerajinan apa yang hendak dibuat, kemudian pasarkanlah produk kerajinan tersebut seluas-luasnya, terutama ke luar negeri. Pasalnya, produk kerajinan tangan biasanya cukup diminati di luar negeri.

Misalnya saja kerajinan anyaman mendong di Sleman, Yogyakarta. “Biasanya mendong ini hanya dijual mentah. Kalaupun dianyam, ya hanya seadanya. Tidak ada nilai tambah, makanya harganya rendah,” kata pemilik showroom Deriji Handicraft, Dwiyanto.

Supaya memiliki produk dengan nilai jual tinggi, Dwiyanto pun memutar otak dengan menciptakan anyaman mendong yang memiliki corak serta warna menarik dan mengolahnya jadi produk lain. Alhasil, Deriji Handicraft pun sejak 2009 sampai saat ini bisa berkembang menjadi sentra kerajinan.

Produk yang dijual pun bervariasi, misalnya saja sandal rumahan yang dibanderol Rp 15.000 per pasang, amplop undangan Rp 4.500, tas Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu, serta dompet yang dijual Rp 15.000 hingga Rp 17.500.

Dalam sebulan, omzetnya bisa mencapai Rp 4-5 juta rupiah jika dipasarkan ke toko dan pasar kerajinan. Sedangkan produk pesanan omzetnya dapat mencapai Rp 46 juta per bulan. Menariknya, produk Deriji Handicraft pun cukup diminati hingga ke luar negeri seperti Jerman dan Swiss. “Yang dari Jepang juga suka ada pesanan. Tapi itu berupa dompet. Ada juga yang beli tikar mendong,” tandasnya.

0 Response to "Disepelekan, Bisnis Kerajinan Punya Pasar di Luar Negeri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel