Rabu, 19 Oktober 2016

Rosi Hariyati Mengubah Kaleng Bekas Menjadi Lukisan Bernilai Jutaan



rosi haryati pionir embross painting


JAKARTA - Kaleng-kaleng bekas tak selamanya menjadi barang yang tak berguna.

Di tangan Rosi Hariyati, limbah anorganik itu bisa menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan.

Perempuan yang berdomisili di Jakarta Utara ini berkreasi membuat lukisan timbul alias emboss painting di atas kaleng bekas yang sudah dibelah.

Bagi para pembaca sekalian yang belum tahu apa itu emboss painting, Seni Emboss Painting atau dikenal dengan lukisan bebahan dasar plat logam atau aluminium, biasanya dari plat logam tipis atau kuningan. Seni emboos adalah salah satu seni yang sangat langka dan sulit ditemukan. Gambar yang dihasilkannya pun dari karya seni ini bermacam-macam; mulai dari bentuk corak binatang, kaligrafi, logo/lambang dan jenis realis.


Lukisan uniknya itu cukup diminati. Terbukti pada Seiap kali mengikuti event pameran,  produk kreasi seni emboss painting miliknya laris manis diburu para pengunjung.

Berawal Dari Hoby

Rosi termasuk salah satu pionir untuk lukisan emboss. Karya seni ini terbilang masih jarang ditekuni pelaku usaha lain yang memanfaatkan kaleng sebagai medium berkarya.

Pasalnya, diperlukan jiwa seni dan kreatifitas untuk menggambar di atas kaleng kemudian mengetuknya pakai sumpit kayu yang sudah dibentuk, hingga tercipta lukisan timbul. 

Perempuan 45 tahun ini mengaku tak sengaja terjun dalam bisnis kaleng bekas pada 2011, Berawal dari hobby membua  kaligrafi di atas selembar kaleng bekas minuman, Rosi mulai mengembangkan karya-karyanya. Dia mengangkat hal-hal yang ada di dunia nyata.

Relief corak binatang, logo dan benda-benda yang realis seperti sepeda, motor gede Harley, mobil, hingga wajah tokoh-tokoh Indonesia mampu dia cetak di atas kaleng.
embross painting

Harga yang dipatok bervariasi tergantung besar dan kerumitan gambar.  Lukisan yang dibuat pada selembar kaleng minuman soda berkisar Rp150.000 hingga Rp.250.000


Untuk meningkatkan pemasaran, dia giat ikut pameran produk kerajinan untuk memperkenalkan karyanya.

Dari pameran itu pesanan mulai mengalir. Kebanyakan pembelinya masih berasal dari Jakarta, namun ada juga yang dari Bandung, Yogyakarta.


Rata-rata pemesan adalah komunitas atau perusahaan yang meminta dibuatkan logo untuk souvenir.

Pernah juga karyanya dibawa oleh komunitas motor gede yang berkegiatan ke Eropa dan Australia.

Sayangnya, Rosi juga masih belum bisa maksimal dalam meladeni pesanan jumlah besar karena
keterbatasan sumber daya manusia.
pameran jakarta

Saat ini dia hanya dibantu oleh sang suami tercinta. Jika ada orderan dia mencari tambahan tenaga kerja lepas.

“Karena ini produknya handmade dan basisnya hobby, sehari kami paling bisa produksi 2-3 produk, Jadi kalau mau pesan 50-100 unit ya kita minta waktunya harus panjang, paling tidak sebulan,” ujarnya.

Sebagai bisnis, emboss painting berbahan kaleng bekas itu dianggapnya masih sangat menjanjikan. Apalagi saat ini belum banyak pemain di bidang yang sama.


“Peluangnya besar karena tidak ada pesaingnya. Idenya original kita punya dan masih baru. Tapi ini peluang sekaligus tantangan bagi kita untuk masuk ke pasar,” kata dia.

Post Top Ad

MAIN MENU