Kamis, 31 Desember 2015

Jenis Bahan Kerajinan (bahan lunak)



Jenis Bahan Kerajinan (bahan lunak) - Berbagai jenis bahan dan material bisa digunakan untuk membuat berbagai kerajinan tangan mulai dari barang bekas/limbah hingga bahan yang bisa di beli di pasaran dengan berbagai jenis bahan kerajinan. Namun beberapa jenis Bahan kerajinan yang memiliki sifat tertentu yang dapat mempengaruhi hasil karya yang dibuat dari material tersebut.

Kerajinan dari bahan lunak  terbuat dari bahan yang mempunyai tekstur lunak. Kerajinan ini merupakan bagian karya seni rupa yang tergolong dibuat secara manual. Kerajinan bahan lunak bahan utamanya ada yang secara langsung dibuat maupau bahan imitasi.

Pada umumnya kerajinan dari bahan lunak dapat terbagi menjadi dua bagian yaitu kerajinan bahan lunak alami dan kerajinan bahan lunak buatan. Masing-masing bahan ini memiliki keunggulan serta kelemahan masing-masing.

Terdapat Tiga Kategori Jenis Bahan :

  1. Bahan lunak, adalah jenis bahan yang memiliki sifat tekstur lunak sehingga mudah dibentuk. Contoh yang sering dpakai sebagai bahan dalam pembuatan produk kerajinan tangan adalah sabun batangan, lilin parafin, tanah liat, bubur kertas dan clay.
  2. Bahan sedang, adalah jenis bahan yang memiliki sifat tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras. Contoh yang sering dipakai sebagai bahan kerajinan tangan adalah kardus, kayu balsa, kayu waru, kayu randu dan kayu sengon.
  3. Bahan keras, adalah jenis bahan yang memiliki sifat  keras sehingga sulit dibentuk jika tidak menggunakan bantuan peralatan yang memadai. Contohnya adalah batu, kayu jati, padas dsb.

Produk Kerajinan Dari Bahan Lunak

Produk kerajinan lebih banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti tanah liat, serat alam, kayu, bambu, kulit, logan, batu, rotan, dan lain lain. Produk kerajinan di masing-masing daerah memiliki jenis kerajinan local yang menjadi unggulan di daerah nya.

Untuk kali ini kita bakal membahas jenis bahan kerajinan tangan yang pertama yaitu bahan lunak, berikut beberapa jenis bahan lunak yang dapat dibuat produk kerajinan

1. Sabun Batangan




Sabun adalah jenis pembersih tubuh yang paling lama dan kemungkinan yang paling pertama diciptakan manusia. Dalam sebuah prasasti dari zaman Babylonia sekitar tahun 2200 SM, ada catatan yang menyatakan penggunaan sabun batang yang terbuat dari air, alkali dan minyak cassia.
Sabun jenis ini memiliki teksture yang lunak sehingga  sering di jadikan berbagai jenis kerajinan oleh seorang pengrajinan guna untuk memiliki nilai jual dan sebagai karya.

2. Parafin


Parafin merupakan salah satu bentuk dari hasil olahan minyak bumi. Parafin menjadi bahan dasar dalam pembuatan produk karya kerajinan lilin hias. Bahan ini berbentuk semacam lempengan,ada juga berbentuk pellet atau butiran. Parafin memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  • Titik-leburnya 56oC hingga 60oC
  • Tidak berwarna
  • Tidak beracun
  • Dalam keadaan cair menyerupai air

Parafin mengalami penyusutan yang rendah, sehingga kurang baik untuk pembuatan lilin cetak. Oleh karena itu diperlukan bahan tambahan (additive) yaitu Sterin.

3. Tanah Liat


Tanah liat dihasilkan oleh alam yang berasal dari pelapukan kerak bumi. Tanah liat disebut juga sebagai tanah lempung. Tanah liat dapat kita ketahui dan dapat kita temukan dengan warna hitam keabu- abuan. Diberi nama tanah liat karena melihat dari teksturnya yang liat, sehingga mudah sekali dibentuk- bentuk.

Tanah liat memiliki karakteristik:
  • Sulit menyerap air sehingga tidak cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian.
  • Tekstur tanah cenderung lengket 
  • Dalam keadaan kering, butiran tanahnya terpecah-pecah secara halus.
  • Merupakan salah satu bahan baku untuk membuat tembikar dan kerajinan tangan lainnya yang dalam pembuatannya harus dibakar dengan suhu di atas 10000C.
Jenis tanah liat:
  • Tanah liat primer, dihasilkan dari pelapukan batuan karena tenaga endogen namun tidak berpindah dari batuan induknya, sehingga sifatnya lebih murni daripada tanah liat sekunder. Tanah liat yang memiliki warna putih atau putih kusam. Termasuk tanah liat jenis ini adalah kaolin, bentonite, feldspatik, kwarsa dan dolomite.
Ciri-ciri tanah liat primer adalah:
  • Warna putih dan juga putih kusam
  • Cenderung berbutir kasar
  • Tidak plastis
  • Daya lebur tinggi
  • Daya susut kecil
  • Bersifat tahan api
  • Suhu matangnya antara 1.300oC hingga 1.400oC
Tanah liat Sekunder, jenis tanah liat yang dihasilkan oleh pelapukan batuan oleh tenaga eksogen sehingga mengalami perpindahan tempat atau terpisah jauh dari batuan induknya, dan kemudian mengendap di suatu tempat.

Ciri-ciri tanah liat sekunder:
  • Kurang murni
  • Cenderung berbutir halus
  • Berwarna krem/abu-abu/coklat/merah jambu/kuning
  • Lebih plastis daripada tanah liat primer
  • Daya susut lebih besar daripada tanah liat primer
  • Suh matangnya antara 900oC hingga 1.400oC

4. Clay

Sebenarnya istilah "clay" berarti tanah liat, akan tetapi dalam dunia kerajinan istilah tersebut bisa diartikan sebagai tanah liat buatan. Terdapat clay yang terbuat dari adonan tepung, parafin, bubur kertas dan polymer.

Terdapat beberapa macam clay, yaitu:

  • Parafin Clay
    Terbuat dari bahan parafin, bersifat lunak dan mudah dibentuk dan tidak akan mengeras.



  • Plastisin Clay
    Dibuat dari bahan plastisin yang lunak, namun tidak selunak parafin clay.



  • Paper Clay
    Merupakan jenis clay yang terbuat dari bubur kertas. Hasil akhirnya akan mengeras setelah diangin-anginkan. Sentuhan akhir adalah dengan cara dicat.



  • Flour Clay
    Jenis clay ini dapat di buat dari campuran tepung, lem, aroma dsb. Bisa berupa tepung tapioka, tepung terigu, tepung roti atau jenis tepung lainnya.



  • Jumping Clay

    Jumpling clay ini adalah salah satu jenis polymer clay yang berasal dari Korea yang di temukan oleh miss kim miss kim adalah master clay, lebih unggul secara kualitas dibandingkan dengan jenis clay yang lainnya. Memiliki kualitas yang luar biasa, kepadatan yang pekat dan selain itu dapat dibentuk bermacam-macam barang karena elaksifitas dan mudah mengeras serta dapat membentuk karakter, arsitektur lanskap, dekorasi frame, gantungan kunci, cocok untuk kreasi. Jumping clay berbentuk semacam lilin yang kering oleh udara, dapat digunakan oleh anak-anak karena tidak berbahaya dan tidak mengandung racun.



  • Air Dry Clay
    Jenis clay ini memiliki sifat hampir sama dengan jumping clay, namun memiliki hasil akhir yang lebih padat. Pemrosesan akhirnya dengan cara diangin-anginkan.



  • Polymer Clay
    Merupakan jenis clay paling baik, relatif mahal harganya dan masih jarang dijual di Indonesia. 



Itulah jenis bahan lunak yang dapat dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan, semoga bisa menjadi inspirasi dalam berkarya,dan terimakasih sudah berkunjung silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dan jangan lupa share artikel ini .

Post Top Ad

MAIN MENU